Hari Krida Pertanian,Bandung Masih Miliki 699 Hektare Lahan Sawah Aktif
- 25 Jun 2026 11:45 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung memastikan sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah. Hingga saat ini, Kota Bandung masih memiliki sekitar 699 hektare lahan pertanian yang aktif memproduksi padi dan dikelola oleh petani lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar meski Kota Bandung dikenal sebagai kawasan perkotaan, keberadaan petani masih cukup signifikan. Selain petani padi, terdapat pula petani yang bergerak di bidang hortikultura, perikanan, hingga peternakan.
"Kita masih menyisakan 699 hektare lahan pertanian yang aktif memproduksi padi. Lahan tersebut dikelola oleh petani tradisional. Jadi petani sawah di Kota Bandung masih ada. Selain itu, ada juga petani perikanan, peternak ayam, dan lainnya. Namun yang paling banyak adalah petani padi dan hortikultura seperti sayuran," ujar Gin Gin, saat peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 yang digelar di Kantor DKPP Kota Bandung, Kamis 25 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Pemkot Bandung terus berupaya mendukung keberlangsungan sektor pertanian melalui berbagai bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan para petani. Dukungan tersebut meliputi penyediaan sarana dan prasarana pertanian, bantuan benih, pupuk, pestisida, hingga berbagai kebutuhan pendukung lainnya.
Menurutnya, keberadaan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di tengah tantangan pembangunan perkotaan.
Pada peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 tahun ini, DKPP Kota Bandung mengundang seluruh kelompok tani dari 30 kecamatan untuk hadir dan merayakan momentum apresiasi bagi para pelaku sektor pertanian.
"Perayaan ini kami dedikasikan untuk para petani Kota Bandung. Semua kelompok tani dari 30 kecamatan kami undang untuk bersama-sama memperingati Hari Krida Pertanian," katanya.
Gin Gin menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 45 kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung. Setiap kelompok memiliki jumlah anggota yang beragam, mulai dari 10 hingga lebih dari 20 orang.
Selain kelompok tani konvensional, Kota Bandung juga memiliki program Buruan SAE yang terus berkembang sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan masyarakat berbasis lingkungan permukiman.
"Kalau kelompok tani sekitar 45 kelompok yang tersebar di Kota Bandung. Di luar itu ada Buruan SAE. Saat ini jumlah kelompok Buruan SAE sudah mencapai 555 kelompok. Jika dihitung sebagai bagian dari kelompok tani, tentu jumlahnya jauh lebih besar," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....