Subang Bidik Preevalensi Stunting 2 Persen di Akhir 2026

  • 25 Jun 2026 11:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Prevalensi stunting Kabupaten Subang tahun 2025, tercatat 12,7 persen, lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Barat dan nasional. Angka tersebut disampaikan Sekretaris DP2KBP3A Subang dr. Samsu Riza kepada RRI, Kamis 25 Juni 2026.

DP2KBP3A menargetkan, prevalensi stunting turun menjadi 10 persen pada 2026. Jika tren penurunan berlanjut, angkanya diproyeksikan menjadi 2,7 persen pada 2027.

"Target penurunan dua digit dalam setahun itu, realistis dengan intervensi yang berjalan saat ini," katanya.

Dari anak berisiko stunting, 12,7 persen saat ini, lanjut dia, mendapat penanganan intensif oleh DP2KBP3A dan Dinas Kesehatan Subang. Dinkes fokus pada penanganan gizi dan penyelesaian kasus, sementara DP2KBP3A melakukan pencegahan melalui tim ketahanan keluarga yang menyasar calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan baduta.

"Pencegahan kami mulai dari keluarga. Tim turun langsung ke titik sasaran untuk pendampingan," jelas dia.

Meski prevalensi stunting masih 12,7 persen, Samsu menegaskan, new zero stunting di Kabupaten Subang sudah mencapai nol persen. Kondisi itu berarti tidak ada kasus stunting baru yang muncul.

"New zero stunting nol persen, artinya tidak ada kasus baru. Fokus kami sekarang menjaga capaian ini, dan menurunkan angka yang ada," tegasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....