Sukseskan Zero Accident,Sinergitas KAI Menutup Lintasan Liar
- 22 Jun 2026 12:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dari sisi penanganan perlintasan, KAI mencatat terdapat 3.674 perlintasan sebidang. Rinciannya, 2.771 perlintasan terdaftar dan 903 perlintasan tidak terdaftar serta tidak dijaga. Dari perlintasan terdaftar, sebanyak 1.864 titik dijaga dan 907 titik terdaftar tetapi tidak dijaga. Dengan demikian, terdapat 1.810 JPL tidak dijaga yang menjadi fokus penanganan, terdiri atas 907 titik terdaftar tidak dijaga dan 903 titik tidak terdaftar tidak dijaga.
"KAI bersama Danantara, BP BUMN, DJKA Kemenhub, dan KNKT juga telah melakukan koordinasi penanganan perlintasan sebidang. Untuk program prioritas penutupan, dari 172 perlintasan sebidang yang ditetapkan, sebanyak 150 titik telah ditutup hingga 18 Juni 2026 kemarin atau mencapai 87 persen. Masih terdapat 22 titik yang terus dikoordinasikan penyelesaiannya bersama pemangku kepentingan terkait," ungkap VP Corporate Communication KAI, Anne Purba kepada awak media, Minggu 21 Juni 2026.
Rincian realisasi penutupan 150 titik tersebut meliputi Daop 1 Jakarta 20 dari 31 titik, Daop 2 Bandung 1 dari 1 titik, Daop 3 Cirebon 1 dari 1 titik, Daop 4 Semarang 11 dari 11 titik, Daop 5 Purwokerto 6 dari 6 titik, Daop 6 Yogyakarta 2 dari 2 titik, Daop 7 Madiun 1 dari 1 titik, Daop 8 Surabaya 4 titik dari target 2 titik, Daop 9 Jember 7 dari 7 titik, Divre I Sumatera Utara 39 dari 39 titik, Divre II Sumatera Barat 26 dari 35 titik, Divre III Palembang 6 dari 6 titik, dan Divre IV Tanjungkarang 26 dari 30 titik. Selain penutupan, KAI juga menyiapkan program peningkatan keselamatan di perlintasan yang masih perlu ditata. Dari kuota awal 1.638 JPL, sebanyak 1.404 JPL telah diverifikasi sebagai target peningkatan keselamatan. Berdasarkan rekap verifikasi, sebaran lebar jalan terdiri atas 732 JPL dengan lebar kurang dari 4 meter, 589 JPL dengan lebar 4–6 meter, dan 83 JPL dengan lebar lebih dari 6 meter.
Dari 1.404 titik hasil verifikasi tersebut, KAI menetapkan 190 titik prioritas yang akan dimulai pada 2026 melalui penyediaan gardu tanpa palang, alat komunikasi, serta petugas jaga. Adapun 1.214 titik lainnya akan ditangani secara bertahap pada periode 2027 hingga 2030 dengan memperhatikan skala prioritas, kondisi lapangan, dan koordinasi bersama BTP serta Dinas Perhubungan daerah setempat.
Pada hari ini, KAI bersama komunitas di wilayah Daop 2 Bandung melaksanakan sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang dan disiplin beraktivitas di sekitar jalur kereta api. Kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta dari berbagai komunitas, termasuk komunitas pecinta kereta api atau railfans, melalui agenda edukasi keselamatan dan kegiatan Safety Hunting Foto & Video yang diarahkan agar aktivitas dokumentasi kereta api dilakukan dari lokasi aman dan sesuai aturan.
“Kami mengapresiasi komunitas railfans yang selama ini ikut menjadi penyampai pesan keselamatan. Saat ini kami membina 56 komunitas railfans dengan total 6.455 anggota aktif. Kecintaan kepada kereta api perlu diiringi disiplin menjaga jarak aman, tidak masuk jalur, tidak membuat konten di area terlarang, dan ikut mengingatkan warga sekitar,” kata Anne.
Sepanjang 2026 hingga 15 Juni pukul 06.00 WIB, KAI telah melaksanakan 1.606 kegiatan sosialisasi keamanan dan keselamatan di berbagai wilayah. Rinciannya terdiri atas 1.085 sosialisasi di perlintasan, 197 sosialisasi di sekolah dan masyarakat, serta 324 pemasangan spanduk keselamatan. KAI juga menjalankan patroli drone dengan total 1.287 hari patroli, 2.562 sorti, dan 43.069 menit pemantauan untuk membantu pengawasan area rawan.
Anne menambahkan, pesan keselamatan perlu disampaikan berulang karena sebagian besar kecelakaan masih berawal dari perilaku berisiko. “Saat palang pintu mulai turun atau sinyal berbunyi, berhenti. Saat melihat rel, jangan jadikan itu sebagai jalan pintas. Saat ingin berfoto, pilih lokasi aman. Keselamatan dimulai dari keputusan kecil yang kita ambil beberapa detik sebelum melangkah atau menyeberang,” tutup Anne
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....