Revitalisasi Bandung Zoo Dikebut, Targetkan Buka Kembali Kurang Dari Setahun

  • 13 Jun 2026 09:09 WIB
  •  Bandung

‎RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat proses revitalisasi Bandung Zoo setelah ditetapkannya pengelola baru. Saat ini, tahapan yang tengah berlangsung adalah penyelesaian konsep revitalisasi serta negosiasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah dan pihak pengelola.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya optimistis proses tersebut dapat segera diselesaikan. Bahkan, ia berharap penandatanganan kesepakatan beserta pembayaran tahap awal dari pihak pengelola dapat terealisasi dalam waktu dekat.‎“Kita lagi menunggu selesainya konsep dan negosiasi PKS. Mudah-mudahan segera terlaksana dan menerima pembayaran pertama,” ujar Farhan, sabtu 13 Juni 2026.

‎Menurut Farhan, besaran nilai kerja sama masih dalam tahap pembahasan. Namun, skema yang sedang dinegosiasikan mencakup pembagian hasil, masa tenggang (grace period), hingga pengaturan waktu untuk penyelesaian berbagai perizinan yang dibutuhkan dalam proses revitalisasi.

‎Ia menjelaskan, pengelola baru akan diberikan waktu sekitar satu tahun untuk menyelesaikan sejumlah izin strategis. Di antaranya izin konservasi baru, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan dokumen administrasi lainnya.

‎“Senin, 15 Juni 2026 saya harus menghadap Menteri Kehutanan untuk nota kesepakatan bersama. Karena ini menyangkut perizinan yang cukup panjang,” katanya.

‎Dalam proses revitalisasi tersebut, Farhan menekankan bahwa Bandung Zoo tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga harus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Karena itu, ia memberikan tiga pesan penting kepada pengelola baru.

‎Pertama, mempertahankan tenaga kerja lama agar keberlangsungan operasional dan pengalaman para pekerja tetap terjaga. Kedua, mempertahankan karakter historis dan budaya Bandung Zoo yang selama ini dikenal masyarakat dengan sebutan “Derenten”.

‎“Bandung Zoo itu punya nilai sejarah dan budaya. Itu harus tetap dipertahankan,” ucapnya.

‎Ketiga, Farhan mendorong penguatan fungsi konservasi melalui program pelepasliaran satwa. Ia menyebut beberapa satwa endemik seperti owa dan surili memiliki peluang untuk dikembalikan ke habitat alaminya di kawasan Bandung Selatan, termasuk wilayah Pangalengan dan Gambung.

‎Terkait harga tiket masuk setelah revitalisasi selesai, Farhan mengaku belum menerima keputusan final dari pengelola. Meski demikian, Pemkot Bandung akan tetap mengawal agar tarif yang ditetapkan tetap terjangkau bagi masyarakat.

‎Menurutnya, pengelola baru tentu telah memiliki kajian pasar dan perhitungan bisnis yang matang. Namun, pemerintah akan memastikan aspek aksesibilitas masyarakat tetap menjadi perhatian utama.

‎“Kalau harganya tidak wajar, tentu akan kita perjuangkan. Banyak warga juga ingin tiket tetap terjangkau,” katanya.

‎Farhan juga menjelaskan bahwa pola pengelolaan Bandung Zoo berbeda dengan kebun binatang lain seperti yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah. Bandung Zoo akan dikelola melalui skema kerja sama pemanfaatan karena tidak berada di bawah pengelolaan dinas khusus.

‎Meski masih harus melalui sejumlah tahapan administratif dan teknis, Pemkot Bandung menargetkan Bandung Zoo dapat kembali beroperasi dalam waktu kurang dari satu tahun.

‎“Targetnya kurang dari satu tahun. Tapi memang ada dua izin yang cukup lama, yaitu izin konservasi dan AMDAL,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....