Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Jagung Hibrida, Hasilkan Ratusan Ton Panen

  • 12 Jun 2026 21:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Pemanfaatan lahan tidur untuk budidaya jagung hibrida menjadi langkah strategis yang terus didorong guna mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui program yang digagas Polres Cimahi bersama masyarakat dan kelompok tani, lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif kini dioptimalkan menjadi kawasan pertanian yang menghasilkan.

Program tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap target swasembada pangan yang tengah digencarkan pemerintah. Selain meningkatkan produksi komoditas pangan strategis, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan melalui sektor pertanian.

Polres Cimahi menargetkan pengembangan lahan jagung seluas 1.700 hektare di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Dari luasan tersebut, produksi jagung hibrida ditargetkan mencapai 2.500 ton dan seluruh hasil yang memenuhi standar kualitas akan diserap oleh Perum Bulog.

Hingga Juni 2026, program budidaya jagung hibrida itu menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Sebanyak 334,50 hektare lahan telah berhasil ditanami dengan total hasil panen mencapai 377,5 ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 ton jagung telah diserap Bulog karena memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Jagung yang diterima memiliki kadar air di bawah 14 persen dan kandungan antitoksin kurang dari 50 ppb.

Kapolres Cimahi, Niko N. Adi Putra, mengatakan keterlibatan Polri dalam program ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda strategis pemerintah. Menurutnya, peningkatan hasil pertanian diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

"Polri hadir untuk berkontribusi langsung pada program strategis pemerintah. Lewat panen raya ini, kita ingin ekonomi petani bergerak naik," kata Niko dalam keterangannya, Kamis 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan keberhasilan program swasembada jagung tidak hanya ditentukan oleh perluasan areal tanam. Ketersediaan sarana produksi dan pendampingan kepada petani juga menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.

Sebagai bentuk dukungan, Polres Cimahi menyalurkan berbagai bantuan kepada kelompok tani yang terlibat dalam program tersebut. Bantuan itu meliputi traktor bajak, pupuk NPK, serta benih jagung hibrida unggul untuk meningkatkan hasil panen.

Menurut Niko, seluruh bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan secara optimal agar produksi jagung terus meningkat. Dengan dukungan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

"Tentunya kami juga memberikan bantuan, sebagai langkah dukungan agar meningkatkan produksi panen jagung. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin," ujarnya.

Program budidaya jagung tersebut juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang terlibat. Salah satunya dirasakan oleh Ita Sumitra (60), petani di Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan, yang kini aktif mengelola lahan jagung bersama puluhan petani lainnya.

Lahan perbukitan yang sebelumnya didominasi tanaman keras kini dimanfaatkan untuk budidaya jagung hibrida. Perubahan pemanfaatan lahan tersebut membuka peluang baru bagi warga untuk memperoleh penghasilan dari sektor pertanian.

Ita mengaku baru pertama kali menanam jagung setelah mengikuti pelatihan yang diberikan sebelum program dimulai. Selama empat bulan terakhir, ia rutin mengelola lahan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan produksi pangan di Bandung Barat.

"Sudah 4 bulanan, sebelumnya ya serabutan. Jadi sebelum ikut bertani, ada pelatihan dulu. Untuk menanam jagung saya pribadi baru sekarang," ucap Ita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....