BPBD Cimahi Petakan Wilayah Rawan Kebakaran saat Kemarau

  • 09 Jun 2026 19:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Selain mengantisipasi ancaman kekeringan, BPBD Kota Cimahi juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan, lahan, dan permukiman selama musim kemarau 2026. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan pemetaan daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.

Hasil identifikasi BPBD menunjukkan kawasan selatan dan utara Kota Cimahi menjadi wilayah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Beberapa titik yang masuk kategori rawan berada di kawasan Cireundeu, Kelurahan Cipageran, serta daerah sekitarnya yang memiliki lahan terbuka cukup luas.

“Untuk tingkat kerawanannya berada pada kategori sedang dan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya kejadian yang paling banyak adalah kebakaran alang-alang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan. Dikutip laman resmi pemerintah kota Cimahi, Rabu 9 Juni 2026.

Musim kemarau yang identik dengan kondisi vegetasi kering dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan. Karena itu, BPBD terus melakukan pemantauan serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penanganan apabila terjadi insiden.

Tidak hanya kawasan lahan terbuka, wilayah permukiman padat penduduk juga menjadi fokus perhatian. Kota Cimahi yang memiliki kepadatan hunian cukup tinggi dinilai rentan mengalami kebakaran yang berpotensi menyebar dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD terus menjalin koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cimahi. Sinergi antarinstansi dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sistem respons darurat selama musim kemarau berlangsung.

Selain itu, BPBD secara rutin menerima informasi perkembangan cuaca dari BMKG sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi. Informasi tersebut menjadi acuan dalam menentukan tingkat kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem.

“Berdasarkan informasi terakhir yang kami terima, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih pendek dan berakhir lebih cepat dibandingkan sebelumnya,” ujar Fithriandy.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membakar sampah sembarangan maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Langkah pencegahan dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko bencana selama periode kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....