Hari Lingkungan Hidup: Eco Enzyme Solusi Kelola Sampah Bermanfaat
- 07 Jun 2026 20:40 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,, Bandung – Peringatan Hari Lingkungan Hidup ke-54, dimanfaatkan Komunitas Eco Enzyme Bandung (EEB) bersama para pegiat pelestarian lingkungan hidup, didukung Askara Indonesia, untuk mengajak masyarakat, pelajar dan Ibu rumah tangga perduli lingkungan melalui pengolahan sampah mandiri.
Kegiatan yang dihadiri dari berbagai kalangan masyarakat, menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui aksi nyata pengelolaan sampah organik menjadi Eco Enzyme, produk hasil fermentasi limbah dapur yang memiliki berbagai manfaat.
Ketua Panitia Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke-54, Eqoy Dalwiani, mengatakan kegiatan ini merupakan tahun kedua peringatan Hari Lingkungan Hidup yang diselenggarakan oleh Eco Enzyme Bandung.
"Kami mengajak pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga untuk lebih mengetahui sekaligus peduli terhadap persoalan sampah yang saat ini semakin mengkhawatirkan. Selain itu, kami juga mengingatkan bahwa terdapat Hari Eco Enzyme Nasional yang diperingati setiap tanggal 4 Januari," ujarnya.
Menurut Eqoy, kondisi pengelolaan sampah saat ini sudah memasuki fase darurat. Banyak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mengalami kelebihan kapasitas sehingga diperlukan keterlibatan masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.
"Saat ini kita sudah masuk fase darurat sampah. Banyak TPA yang overload. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mulai peduli dengan mengolah sampah dapur sendiri menggunakan metode Eco Enzyme," katanya.
Ia menjelaskan, Eco Enzyme merupakan hasil fermentasi sampah organik segar dari dapur yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membantu memperbaiki kualitas udara, menyuburkan tanah, perawatan rambut, hingga mendukung sektor kesehatan dan peternakan.
"Eco Enzyme memiliki sejuta manfaat. Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke-54 ini, kami ingin menggaungkan pentingnya kepedulian terhadap ekosistem dan pelestarian lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat mengurangi sampah sejak sekarang," ungkapnya.
Eqoy menambahkan, proses pembuatan Eco Enzyme relatif mudah karena hanya memerlukan fermentasi selama tiga bulan. Program pengolahan sampah organik tersebut juga telah berjalan secara berkelanjutan di kawasan Teras Cikapundung dengan panen Eco Enzyme yang dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Sementara itu, Ketua Askara Indonesia, Anthony, mengapresiasi kegiatan edukatif yang melibatkan generasi muda dalam upaya pelestarian lingkungan.
"Edukasi melalui kegiatan seperti ini sangat positif, terutama karena melibatkan siswa dan siswi pelajar secara langsung. Kesadaran menjaga lingkungan harus ditanamkan sejak dini," katanya Minggu 7 Juni 2026.
Anthony menegaskan, Askara Indonesia akan terus mendukung gerakan kepedulian lingkungan melalui berbagai program edukasi kepada anak-anak dan remaja.
"Kami ingin menggaungkan budaya peduli lingkungan kepada anak-anak agar tidak membuang sampah sembarangan dan memahami bahwa sampah juga bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujarnya.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Eco Enzyme Bandung berharap semakin banyak masyarakat yang menerapkan pengolahan sampah organik mandiri sebagai langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....