DPR RI Apresiasi Ayena Studio Cimahi, Dorong Kemajuan Industri Film Animasi
- 05 Jun 2026 15:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan komitmen DPR RI dalam mengawasi dan mendorong pengembangan industri kreatif nasional, khususnya sektor film animasi. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional ke PT Ayena Mandiri Cinema di Cimahi, Jawa Barat, Jumat 5 Juni 2026.
Kunjungan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Kota Cimahi guna membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi industri perfilman nasional.

Saleh Partaonan Daulay menyampaikan bahwa Komisi VII DPR RI memiliki tiga tugas pokok, salah satunya fungsi pengawasan. Melalui kunjungan tersebut, pihaknya ingin melihat langsung kondisi industri animasi nasional dan mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi para pelaku industri kreatif.
"Terkait kunjungan Komisi VII DPR RI ke PT Ayena Mandiri Cinema di Cimahi melalui Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional, kami menemukan sejumlah persoalan dalam industri perfilman nasional yang perlu mendapatkan perhatian bersama," ujar Saleh.
Menurutnya, persoalan pertama adalah masih tertinggalnya produksi dan distribusi film animasi nasional dibandingkan negara lain. Padahal, banyak karya animasi anak bangsa yang telah selesai diproduksi namun belum mendapatkan kesempatan tayang di bioskop karena berbagai kendala, termasuk aspek perizinan dan distribusi.
"Animasi kita sebenarnya sudah jadi, namun tidak tayang di bioskop karena berbagai faktor, termasuk persoalan izin dan distribusi. Ini menjadi perhatian serius yang harus dicarikan jalan keluarnya," katanya.
Persoalan kedua, lanjut Saleh, adalah banyaknya kreativitas dan talenta kreator Indonesia yang justru dimanfaatkan oleh industri luar negeri, sementara pemanfaatannya di dalam negeri masih belum optimal.
"Kreativitas anak bangsa banyak digunakan oleh pihak luar, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk memperkuat industri kreatif dalam negeri," ungkapnya.
Sementara itu, persoalan ketiga menyangkut pemerataan dan keadilan dalam tayangan film nasional, khususnya minimnya film anak dan animasi di bioskop Indonesia.
"Kita melihat film anak masih sangat sulit ditemukan di bioskop. Yang mendominasi justru film horor. Ini menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian bersama," tegas Saleh.
Saleh menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri film animasi yang mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, penguatan sektor ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional. "Kita ingin industri kreatif film animasi ini berkembang, semakin kuat, dan mampu menarik perhatian dunia internasional," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kemajuan sebuah bangsa dapat dilihat dari dua indikator utama, yaitu kemampuan menciptakan manusia yang kreatif dan inovatif. "Peradaban suatu bangsa bisa maju dengan dua indikasi. Pertama, bagaimana menciptakan manusia yang kreatif karena tanpa kreativitas tidak akan ada kemajuan. Kedua, bagaimana menciptakan manusia yang inovatif sehingga mampu menghasilkan berbagai penemuan baru dan terus berkembang," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi kepada Ayena Studio yang dinilai telah menjadi salah satu pusat pengembangan kreativitas seni animasi di Indonesia.
"Kami melihat Ayena Studio merupakan tempat yang menyimpan banyak harapan bagi perkembangan kreativitas seni animasi nasional. Dari tempat ini diharapkan lahir karya-karya baru yang dapat membanggakan Indonesia," kata Saleh.
Pihaknya juga ingin mendengar secara langsung berbagai kendala yang dihadapi perusahaan, termasuk kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung kemajuan industri animasi nasional.
Sebagai tindak lanjut, Komisi VII DPR RI berharap adanya dukungan konkret dari Kementerian Ekonomi Kreatif bagi pelaku industri animasi, termasuk melalui program pembinaan maupun bantuan anggaran.
"Kami mengharapkan dukungan dari Kementerian Ekraf. Jika tersedia anggaran yang dapat membantu kreativitas PT Ayena dan pelaku industri animasi lainnya, tentu hal itu sangat penting demi kemajuan industri animasi nasional," jelasnya.
Dengan sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan pelaku industri kreatif, diharapkan ekosistem film animasi Indonesia semakin berkembang, memiliki daya saing global, serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....