Sentra Abiyoso Siapkan Hunian sementara dan Pemberdayaan untuk Korban Kebakaran

  • 04 Agt 2026 21:46 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Kementerian Sosial melalui Sentra Abiyoso Cimahi bergerak cepat memberikan penanganan menyeluruh kepada keluarga korban kebakaran di Kampung Lebak Jati RT 005 RW 007, Desa Maruyung, Kabupaten Bandung. Bantuan yang disiapkan tidak hanya berupa kebutuhan dasar, tetapi juga mencakup hunian sementara, layanan psikososial, hingga program pemberdayaan ekonomi.

Langkah tersebut dilakukan setelah tim Sentra Abiyoso Cimahi melaksanakan asesmen terhadap keluarga Ayat yang rumahnya hangus terbakar. Asesmen dilakukan untuk memetakan kebutuhan mendesak sekaligus menyusun rencana pemulihan jangka panjang bagi seluruh anggota keluarga.

Kepala Sentra Abiyoso Cimahi Sri Harijati melalui Pekerja Sosial Sentra Abiyoso Cimahi, Anisa Nurjannah, menjelaskan bahwa asesmen menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan yang sesuai dengan kondisi korban. Selain bantuan logistik, keluarga juga mendapatkan pendampingan agar proses pemulihan berjalan secara menyeluruh.

"Kami memberikan bantuan ATENSI berupa kebutuhan dasar, pakaian, perlengkapan rumah tangga, termasuk penempatan sementara agar satu keluarga tetap berada dalam satu ruangan. Kami juga melakukan pemeriksaan kondisi fisik dan psikologis korban serta memberikan layanan pemulihan mental," ujar Anisa Nurjannah, Selasa 4 Agustus 2026.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026, sekitar pukul 01.30 WIB saat seluruh penghuni rumah sedang tertidur. Berdasarkan keterangan warga, api diduga berasal dari korsleting listrik yang memicu kebakaran pada bagian atap rumah.

Anis Saroh, anak Ayat yang saat ini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 16 Jalak Harupat, menjadi orang pertama yang mengetahui kobaran api. Ia segera membangunkan anggota keluarga lainnya sehingga seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.

Warga sekitar kemudian bergotong royong membantu memadamkan api sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB sehingga tidak merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.

Hasil asesmen menunjukkan rumah yang ditempati dua kepala keluarga dengan total tujuh jiwa habis dilalap api. Hampir seluruh harta benda musnah, meski sejumlah dokumen penting seperti KTP dan Kartu Keluarga masih berhasil diselamatkan.

Kondisi keluarga juga menjadi perhatian karena Ayat telah mengalami stroke ringan selama tujuh bulan terakhir yang menyebabkan keterbatasan mobilitas.

Sebelum sakit, Ayat bekerja sebagai pedagang bakso ikan, sedangkan istrinya mengelola warung kecil di rumah dan menantunya, Yadi Mulyadi, menjalankan usaha penjualan gas serta menjadi pengepul barang bekas.

Untuk sementara waktu, keluarga korban tinggal di rumah anak Ayat yang lain. Namun, tempat tinggal tersebut dinilai belum mampu menampung seluruh anggota keluarga secara layak.

Meski kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda, kondisi psikologis keluarga dinilai cukup stabil. Dukungan dari warga sekitar yang sejak awal membantu proses evakuasi dan pemadaman api menjadi salah satu faktor yang memperkuat semangat keluarga untuk bangkit.

Selama ini keluarga Ayat juga tercatat sebagai penerima sejumlah program bantuan pemerintah. Mereka menerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta BPJS PBI.

Anis Saroh berharap rumah keluarganya dapat segera diperbaiki agar seluruh anggota keluarga bisa kembali hidup bersama di tempat tinggal mereka. Ia mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan berbagai pihak.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kami berharap rumah kami segera diperbaiki sehingga bisa kembali ditempati," kata Anis Saroh.

Selain menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, pakaian, perlengkapan rumah tangga, tempat tidur, perlengkapan memasak, hingga popok dewasa, Sentra Abiyoso juga menyiapkan alat bantu mobilitas bagi Ayat. Bantuan tersebut berupa kursi roda atau alat bantu jalan yang akan disesuaikan dengan hasil asesmen kesehatan.

Sentra Abiyoso juga menyediakan layanan residensial berupa hunian sementara lengkap dengan pemenuhan kebutuhan makan tiga kali sehari beserta makanan selingan. Di sisi lain, program pemberdayaan ekonomi telah disiapkan, di antaranya penempatan Anis sebagai pengasuh di Taman Anak Sejahtera dan pemberdayaan suaminya sebagai pengelola kebun.

Pendampingan terhadap keluarga korban akan terus dilakukan melalui monitoring dan evaluasi secara berkala hingga mereka dapat kembali hidup mandiri. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sekaligus memastikan keluarga memiliki hunian yang layak.

"Pendampingan akan terus kami lakukan sampai kondisi keluarga pulih dan mereka kembali memiliki hunian yang layak," ucap Anisa Nurjanah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....