Pemkot Perkuat Dialog Terkait Pemindahan Terminal Cicaheum ke Leuwipanjang

  • 01 Jun 2026 11:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus melakukan koordinasi dan dialog dengan berbagai pihak terkait rencana pemindahan layanan angkutan dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang. Langkah tersebut merupakan bagian dari pengembangan sistem transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) yang tengah dipersiapkan di kawasan Bandung Raya.

‎Wali Kota Bandung M Farhan menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota dalam mendukung terwujudnya sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi dan modern.

‎Menurutnya, Terminal Cicaheum akan mengalami perubahan fungsi sebagai bagian dari pengembangan jaringan BRT yang tidak hanya melayani Kota Bandung, tetapi juga menghubungkan berbagai daerah di wilayah Cekungan Bandung.

‎“Cicaheum itu sebetulnya adalah salah satu bentuk kolaborasi pemerintah pusat dengan program BRT-nya, pemerintah provinsi, dan juga pemerintah kota. Kenapa pemerintah provinsi, Karena BRT ini menyangkut berbagai kota dan kabupaten yang ada di Cekungan Bandung,” ujar Farhan, senin 1 Juni 2026.


‎Ia menegaskan, pengembangan transportasi massal tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh tingkatan pemerintahan. Karena itu, setiap tahapan pelaksanaan terus dikomunikasikan dengan berbagai pihak yang terdampak, termasuk pedagang dan operator angkutan umum yang selama ini beraktivitas di Terminal Cicaheum.

‎Pemerintah Kota Bandung memahami bahwa perubahan tersebut membutuhkan proses penyesuaian. Oleh sebab itu, dialog dan komunikasi menjadi langkah utama agar seluruh pihak dapat memahami tujuan serta manfaat dari program yang sedang dijalankan.

‎“Jadi memang ini tanggung jawabnya bersama. Maka kita terus melakukan dialog dengan para pedagang maupun para operator kendaraan umum yang ada di Cicaheum. Tentu perlu ada penyesuaian,” katanya.

‎Penyesuaian yang dimaksud mencakup pengaturan operasional angkutan, aktivitas ekonomi para pedagang, hingga kesiapan fasilitas di lokasi baru. Pemkot Bandung berharap seluruh proses dapat berjalan secara bertahap sehingga tidak menimbulkan gangguan signifikan bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang selama ini menggantungkan aktivitasnya di kawasan terminal tersebut.


‎Wali Kota menambahkan, saat ini pemerintah tengah menyusun berbagai skenario agar implementasi sistem BRT dapat berjalan optimal dan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan program transportasi massal tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kesepahaman dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.

‎“Penyesuaian ini yang sedang dilakukan agar kita bersama-sama bisa memastikan bahwa skenario yang dibawa dalam kerangka BRT ini bisa didukung oleh semua pihak,” ucapnya.

‎Ia menegaskan bahwa pendekatan dialog akan terus dikedepankan untuk mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak. Dengan komunikasi yang terbuka, diharapkan berbagai aspirasi dan masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses transisi tersebut.

‎“Ini kan masalah dialog. Bagaimana caranya bisa berdialog supaya bisa sama-sama,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....