PSC Dinkes Bandung Tangani 241 Kasus Selama Dua Hari Perayaan Persib Juara

  • 25 Mei 2026 16:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat sebanyak 241 kasus ditangani selama dua hari rangkaian perayaan kemenangan Persib Bandung, mulai dari pasca pertandingan hingga konvoi resmi juara pada Minggu 24 Minggu kemarin.

‎Kepala Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Eka Anugrah mengatakan, pada hari pertama kasus yang paling banyak ditangani adalah kecelakaan lalu lintas di sejumlah titik keramaian bobotoh.

‎“Total dua hari itu yang kami tangani ada 241 kasus. Hari pertama kebanyakan kasus kecelakaan lalu lintas pasca Persib bertanding. Kasus terbanyak ada di sekitar Pasopati dan kawasan Dago,” ujar Eka, Senin 25 Mei 2026.

‎Menurutnya, situasi berbeda terjadi pada hari kedua saat konvoi resmi Persib berlangsung. Mayoritas pasien yang ditangani mengalami pingsan, kelelahan, sesak napas, hingga kepanasan akibat cuaca terik dan kepadatan massa.

‎“Untuk hari kedua saat konvoi resmi, kebanyakan yang ditangani itu pingsan, kelelahan, sesak napas, dan kepanasan. Khusus hari Minggu ada sekitar 140-an kasus,” katanya.


‎Dari jumlah tersebut, sekitar 60 orang dilaporkan mengalami pingsan. Kondisi itu diduga dipicu karena banyak bobotoh belum sempat sarapan sebelum mengikuti konvoi, ditambah cuaca panas dan situasi berdesak-desakan.

‎“Yang pingsan kurang lebih ada 60 orang. Kebanyakan karena belum sarapan, lalu diperparah kondisi cuaca yang cukup panas dan berdesak-desakan,” ujarnya.

‎Eka menyebut titik penanganan pingsan terbanyak terjadi di kawasan Jalan Cikapundung. Di lokasi tersebut terjadi kepadatan arus massa, baik dari bobotoh yang baru datang maupun yang hendak keluar area konvoi.

‎“Di Cikapundung itu kondisinya saling bertemu antara yang datang dan yang mau keluar, jadi terjadi desakan,” ucapnya.

‎Seluruh korban yang pingsan langsung dievakuasi ke pos medis terdekat untuk mendapatkan penanganan awal. Sebagian besar bobotoh yang ditangani dapat kembali sadar dalam waktu singkat dan melanjutkan aktivitasnya.

‎“Penanganannya biasa saja, kami evakuasi ke pos medik lalu dilakukan tata laksana korban pingsan. Tidak lama kemudian mereka sadar kembali dan melanjutkan aktivitas,” katanya.


‎Meski demikian, terdapat dua orang yang harus dirujuk ke rumah sakit dari Pos Cikapundung karena mengalami kondisi medis tambahan dan tanda vital yang kurang baik.

‎Selain kecelakaan lalu lintas dan kasus pingsan, pada hari pertama PSC juga menangani korban kerusuhan antar kelompok suporter.

‎“Ada korban kerusuhan antar suporter juga. Sampai kita bawa ke Hasan Sadikin,” ucapnya.

‎PSC juga sempat menangani seorang warga yang diduga mengalami serangan jantung. Namun setelah mendapatkan penanganan awal dan mengonsumsi obat pribadi yang biasa digunakan, kondisi pasien membaik sehingga tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.

‎Dalam kesempatan itu, Eka menegaskan pelayanan kesehatan selama perayaan juara Persib tidak hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung saja, melainkan melibatkan banyak unsur kesehatan lainnya.

‎“Jangan disebut hanya Dinas Kesehatan saja yang memberikan pelayanan. Ada Puskesmas yang dilibatkan, rumah sakit, PMI, dan relawan-relawan lainnya,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....