Kota Bandung Matangkan Infrastruktur Demi Sukses Pelaksanaan Peparda 2026
- 25 Mei 2026 14:30 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pemerintah Kota Bandung mulai mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Peparda 2026 Jawa Barat yang akan digelar di Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan fokus utama saat ini adalah memperkuat konsep penyelenggaraan sebelum masuk pada tahap teknis yang lebih rinci.
Menurut Farhan, progres persiapan masih berada pada tahap awal karena pemerintah daerah tengah menyusun konsep besar pelaksanaan Peparda. Meski demikian, ia memastikan kesiapan infrastruktur di Kota Bandung menjadi modal utama untuk menyelenggarakan event olahraga disabilitas tingkat Jawa Barat tersebut.
“Kalau sekarang persentasenya memang masih kecil sekali. Yang paling penting kita harus menguatkan konsepnya dulu,” ujar Farhan.usai membuka CDM Meeting,di Hotel Papandayan Kota Bandung,Senin 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, Kota Bandung tidak membutuhkan pembangunan infrastruktur olahraga baru untuk Peparda 2026. Sebagian besar sarana dan prasarana dinilai sudah memadai sehingga pemerintah hanya perlu melakukan perapihan dan penyesuaian di sejumlah fasilitas yang akan digunakan.
“Secara infrastruktur Alhamdulillah kita tidak perlu membangun yang baru. Kita hanya perlu melakukan penataan supaya semuanya lebih rapi dan siap digunakan,” katanya.
Selain venue pertandingan, Pemerintah Kota Bandung juga memastikan kesiapan fasilitas penunjang seperti penginapan dan akses pelayanan peserta. Farhan menyebut koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus dilakukan agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi secara optimal.
“Infrastruktur penginapan dan fasilitas lainnya insya Allah sudah siap. Kita juga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memiliki fasilitas olahraga di Kota Bandung,” ungkapnya.
Farhan optimistis sinergi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi akan menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan Peparda 2026. Menurutnya, pengalaman Kota Bandung sebagai tuan rumah berbagai event olahraga menjadi keuntungan tersendiri dalam menghadapi ajang tersebut.
“Kita bahu-membahu supaya pada waktunya nanti Kota Bandung siap menyukseskan Peparda 2026 Jawa Barat,” ujarnya.
Terkait jadwal pelaksanaan, Farhan menyebut Peparda direncanakan berlangsung pada akhir November 2026. Event tersebut diperkirakan digelar selama sekitar satu pekan, sebagaimana pelaksanaan multievent olahraga daerah pada umumnya.
“Rencananya di akhir November dan biasanya pelaksanaan sekitar satu minggu sudah cukup,” jelasnya.
Dalam persiapan jangka pendek, Pemerintah Kota Bandung juga mulai menata sejumlah fasilitas olahraga milik daerah yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan Peparda. Saat ini tercatat ada sekitar 20 fasilitas olahraga yang berada di bawah pengelolaan pemerintah kota.
“Kita punya sekitar 20 fasilitas olahraga milik pemerintah kota. Sebagian akan ditata ulang agar lebih siap digunakan,” kata Farhan.
Ia menambahkan, beberapa fasilitas olahraga bahkan sudah mulai dikelola bersama pihak swasta melalui pola kerja sama pengelolaan. Model kolaborasi tersebut dinilai efektif untuk mempercepat penataan dan meningkatkan kualitas fasilitas olahraga di Kota Bandung.
“Baru ada dua fasilitas yang sudah dikerjasamakan dengan swasta. Penataan dan pengelolaannya dilakukan bersama,” tuturnya.
Meski demikian, Farhan mengakui waktu persiapan yang tersisa kurang dari satu tahun membuat pemerintah harus lebih realistis dalam melakukan pembenahan. Karena itu, fokus utama saat ini adalah memperbaiki fasilitas yang sudah ada agar layak digunakan saat Peparda berlangsung.
“Karena waktunya singkat, mungkin untuk Peparda ini fokusnya lebih kepada perbaikan fasilitas yang sudah ada terlebih dahulu,” katanya.
Farhan juga menyoroti pentingnya optimalisasi sejumlah venue strategis seperti kawasan Lodaya yang sebelumnya digunakan untuk cabang olahraga tenis. Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai cabang olahraga dalam ajang multi event seperti Peparda.
“Yang sekarang menjadi perhatian utama salah satunya kawasan Lodaya. Venue itu sangat potensial karena bisa dipakai untuk banyak cabang olahraga dalam multi event,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....