Pemeriksaan Hewan Kurban di Bandung Capai 11.519 Ekor

  • 25 Mei 2026 15:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung terus mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Hingga Senin 25 Mei 2026, tim pemeriksa antemortem atau pemeriksaan kesehatan sebelum hewan dipotong telah memeriksa sebanyak 11.519 ekor hewan kurban yang tersebar di berbagai titik penjualan di Kota Bandung.

‎Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengungkapkan dari jumlah tersebut sekitar 23 persen hewan dinyatakan tidak layak untuk dijual sebagai hewan kurban. Mayoritas ketidaklayakan disebabkan usia hewan yang belum memenuhi syarat.

‎“Untuk penyakit, yang paling banyak ditemukan adalah sakit orok yaitu bintil-bintil di kulit akibat pola makan dan perubahan cuaca. Lalu yang kedua adalah sakit mata akibat perpindahan dari tempat asal ke tempat penjualan yang terbuka,” ujar Gin Gin, Senin 25 Mei 2026.

‎Menurutnya, dibandingkan tahun lalu, jumlah hewan yang masuk ke Kota Bandung mengalami penurunan. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah hewan kurban yang diperiksa mencapai sekitar 18.150 ekor, sedangkan tahun ini baru mencapai sekitar 11.500 ekor.


‎Meski demikian, DKPP belum dapat menyimpulkan adanya penurunan signifikan terhadap jumlah pemotongan hewan kurban tahun ini. Sebab, sebagian besar hewan biasanya baru masuk ke Kota Bandung mendekati hari pelaksanaan Iduladha.

‎“Kalau dibandingkan tahun lalu memang ada kecenderungan penurunan dari sisi jumlah. Tapi untuk pemotongan belum bisa disimpulkan, karena biasanya hewan kurban banyak berdatangan justru pada hari H pagi,” katanya.

‎Gin Gin menilai para pedagang kini lebih berhati-hati dalam memasukkan stok hewan kurban. Hal itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti kenaikan biaya pakan, risiko penyakit, hingga beban harga jual yang semakin tinggi.

‎“Para pedagang sekarang lebih hati-hati memasukkan stok karena mempertimbangkan harga, penyakit, dan pakan,” ucapnya.

‎Terkait harga hewan kurban, DKPP mencatat terdapat kenaikan meski tidak terlalu signifikan dibanding tahun sebelumnya. Untuk domba, harga mengalami kenaikan sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor. Sedangkan sapi naik sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor.

‎“Mungkin ada pengaruhnya, walaupun kenaikan harga sebetulnya tidak signifikan. Tapi secara umum harga masih relatif sama,” katanya.

‎Menjelang hari raya, DKPP juga terus melakukan penyisiran terhadap lokasi-lokasi penjualan hewan kurban yang bermunculan secara dadakan. Pengawasan dilakukan bersama aparat kewilayahan dan Satpol PP guna memastikan hewan yang dijual tetap memenuhi syarat kesehatan dan kelayakan.

‎“Sekarang tim sedang menyisir semua lokasi. Menjelang hari H biasanya banyak pedagang baru bermunculan dan pedagang lama mulai bergeser mendekati jalan atau trotoar,” ucapnya.

‎Ia menegaskan, koordinasi dengan kelurahan, kecamatan, hingga Satpol PP terus diperkuat agar pengawasan dapat berjalan maksimal. Hingga saat ini, kondisi kesehatan dan kelayakan hewan kurban di Kota Bandung masih dalam kondisi terkendali.

‎“Kami mengintensifkan koordinasi dengan kelurahan, kecamatan, dan Satpol PP untuk mengantisipasi hal itu. Situasi masih terkendali dari sisi kesehatan dan kelayakan hewan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....