Pemkot Cimahi Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah usai Penumpukan di Cibeureum

  • 25 Mei 2026 14:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi mulai mendorong pengelolaan sampah berbasis lingkungan setelah terjadinya penumpukan sampah di Jalan Rancabentang, RW 26 Kelurahan Cibeureum. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan produksi sampah harian di Kota Cimahi mencapai sekitar 250 ton. Sementara kapasitas pengiriman ke TPA Sarimukti hanya sekitar 14 truk atau setara 60 ton per hari.

“Artinya masih ada sekitar 190 ton sampah yang harus diolah di wilayah Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana saat meninjau penumpukan sampah di RW 26 Kelurahan Cibereum, Senin 25 Mei 2026.

Menurut Ngatiyana, keterbatasan kapasitas pembuangan membuat masyarakat harus mulai membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik dinilai dapat diolah kembali, sedangkan sampah anorganik lebih mudah diproses jika dipisahkan sejak awal.

“Kalau masyarakat sudah memilah sampah dari rumah, proses pengangkutan dan pengolahan akan lebih ringan,” katanya.

Ngatiyana menyebut pemerintah terus berkoordinasi dengan kewilayahan terkait jadwal pengangkutan sampah. Ia berharap keterlambatan armada tidak kembali menyebabkan penumpukan di lingkungan permukiman warga.

Pemerintah Kota Cimahi juga berencana memperkuat pengelolaan sampah di tingkat lingkungan melalui edukasi dan pengawasan. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan sampah tidak hanya bergantung pada pengangkutan ke TPA.

“Kita ingin masyarakat ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” ucap Ngatiyana.

Ketua RW 26 Kelurahan Cibeureum, Ajid Ago, mengatakan wilayahnya memang belum memiliki Tempat Penampungan Sementara. Karena itu, warga memanfaatkan titik di Jalan Rancabentang sebagai lokasi transit sementara sebelum sampah diangkut.

“Tempat ini hanya untuk transit sementara sambil menunggu armada pengangkut datang,” kata Ajid.

Ajid menuturkan jadwal pengangkutan sampah di wilayahnya biasanya dilakukan dua kali dalam sepekan. Sampah organik diangkut pada hari Rabu, sedangkan sampah anorganik dijadwalkan pada hari Kamis.

Ia berharap koordinasi antara petugas pengangkut dan warga dapat diperbaiki agar tidak terjadi lagi kesalahan informasi. Dengan demikian, penumpukan sampah yang mengganggu jalan dan aktivitas masyarakat bisa dihindari.

“Ke depan kami ingin pengangkutan lebih tepat waktu supaya lingkungan tetap bersih dan nyaman,” tegas Ajid.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....