Kota Bandung Angkut 112 Ton Sampah saat Perayaan Juara Persib
- 25 Mei 2026 14:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat sebanyak 112 ton sampah berhasil diangkut selama dua hari perayaan kemenangan Persib Bandung pada Sabtu dan Minggu. Sampah yang terkumpul didominasi plastik, namun juga ditemukan banyak botol kaca bekas minuman keras, flare, hingga sisa petasan.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengatakan jenis sampah pada momentum perayaan kali ini berbeda dibanding hari-hari biasa. Selain volumenya cukup besar, bobot sampah juga jauh lebih berat akibat banyaknya material logam dari flare dan botol kaca.
“Flare itu tempatnya kan logam. Nah, logamnya itu cukup berat. Kita dapat tiga karung di area Cikapayang saja, kalau botol itu dapat enam karung kecil. Kalau flare-nya tiga karung besar. Dan itu banyak sekali. Tapi mayoritas sampahnya adalah sampah plastik, itu cukup menonjol karena tidak biasanya tiga jenis sampah itu muncul di area-area biasa,” ujar Darto, Senin 25 Mei 2026.
Menurutnya, pada kondisi normal petugas kebersihan biasanya hanya menangani sampah rumah tangga dan sampah umum. Namun dalam perayaan juara Persib kali ini, petugas juga harus membersihkan puing flare, petasan, hingga botol kaca yang tersebar di sejumlah titik keramaian.
Kawasan Jalan Asia Afrika menjadi salah satu titik dengan tumpukan sampah terbanyak. Sampah plastik dan botol minuman terlihat memenuhi ruas jalan mulai dari kawasan Simpang Lima, Alun-alun Bandung hingga Jalan Sudirman.
Darto mengungkapkan, hingga Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB proses pembersihan bahkan belum mencapai 50 persen di sejumlah lokasi pantauan.
“Sampai dengan tadi pagi jam setengah 6 itu belum sampai 50 persen. Dan masih terlihat banyak di 11 titik pantau terutama itu,” katanya.
Proses pengangkutan sampah juga sempat terkendala hujan deras yang mengguyur Kota Bandung pada malam hari. Kondisi tersebut membuat petugas DLH harus menghentikan sementara proses pembersihan demi menjaga kesehatan dan keselamatan petugas di lapangan.
“Supaya tim juga nggak jatuh sakit, diistirahatkan dulu di malam hari. Subuh tadi baru mulai bergerak. Dan itu sama karena jumlahnya besar, tidak selesai di jam setengah 6 itu, jadi belum selesai. Nah, yang kita gagal itu jam setengah 6 yang targetnya sudah selesai itu belum selesai. Karena nggak bisa disisih dari malam itu kan. Itu masalahnya,” tegasnya.
Untuk menangani lonjakan sampah tersebut, DLH Kota Bandung menambah personel kebersihan di sejumlah titik rawan. Jika biasanya petugas bekerja dengan jumlah normal, selama dua hari perayaan juara Persib jumlah personel ditambah 56 orang.
“Tim yang diturunkan normal, yang biasa tetap bekerja dengan tambahan 56 orang selama dua hari ini jadi 112 orang, di 11 titik pantau yang rawan itu,” bebernya.
Selain fokus membersihkan jalur konvoi dan pusat keramaian bobotoh, DLH juga melakukan pengamanan kebersihan di sejumlah titik yang menjadi lokasi kunjungan Presiden RI. Area pendaratan helikopter presiden dipastikan steril dari sampah dan benda-benda berbahaya.
“Kita sudah amankan per tadi subuh jam 2. Kita sudah pastikan, jadi tempat pendaratan beliau itu dari dua hari yang lalu kita sudah clear up ke sana. Karena itu heli, jadi kita pastikan areanya sudah disedot sedemikian rupa dengan memberi bantuan dua road sweeper ke sana,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....