Tumpukan Sampah di Jalan Rancabentang Cimahi Ganggu Lalu Lintas dan Kenyamanan
- 25 Mei 2026 14:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Tumpukan sampah di Jalan Rancabentang, wilayah RW 26 Kelurahan Cibeureum, Kota Cimahi, kembali menjadi sorotan karena mengganggu arus lalu lintas warga. Kondisi tersebut juga menimbulkan bau menyengat yang dikeluhkan masyarakat sekitar.
Tumpukan sampah terlihat memenuhi sebagian badan jalan hingga membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan saat melintas. Lokasi penumpukan berada tepat di depan kantor UPT Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, turun langsung meninjau lokasi pada Senin, 25 Mei 2026. Ia meminta agar sampah yang menumpuk segera diangkut supaya tidak mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.
“Ini harus segera diangkut karena mengganggu kenyamanan masyarakat dan arus lalu lintas,” kata Ngatiyana.
Ngatiyana menjelaskan, produksi sampah di Kota Cimahi mencapai sekitar 250 ton per hari. Namun, kapasitas pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti masih terbatas sehingga sebagian besar sampah harus diolah di dalam kota.
“Kapasitas pembuangan ke Sarimukti hanya sekitar 60 ton per hari, sehingga sisanya harus diolah di Cimahi,” jelasnya.
Menurut Ngatiyana, wilayah RW 26 Cibeureum belum memiliki Tempat Penampungan Sementara (TPS). Kondisi itu membuat warga hanya mengandalkan pengangkutan berkala yang dilakukan setiap pekan.
Ia mengatakan keterlambatan armada pengangkut menyebabkan sampah terpaksa menumpuk di pinggir jalan selama satu hari. Pemerintah Kota Cimahi pun berupaya mempercepat pengangkutan agar penumpukan tidak kembali terjadi.
“Saya berharap masyarakat mulai memilah sampah dari rumah antara organik dan anorganik agar lebih mudah diolah,” ujar Ngatiyana.
Selain di Jalan Rancabentang, Pemerintah Kota Cimahi juga menemukan tumpukan sampah di kawasan Jalan Pesantren. Seluruh titik penumpukan dipastikan akan segera dibersihkan pada hari yang sama.
“Semua titik sampah akan diangkut supaya tidak mengganggu kesehatan dan aktivitas warga,” tegas Ngatiyana.
Ketua RW 26 Kelurahan Cibeureum, Ajid Ago, membenarkan bahwa sampah tersebut berasal dari warga di lingkungan RW setempat. Ia menyebut penumpukan dipicu kesalahpahaman informasi mengenai jadwal pengangkutan sampah.
“Warga mengira armada pengangkut datang pada hari Sabtu sehingga sampah lebih dulu dibuang ke lokasi ini,” kata Ajid.
Ajid menjelaskan, titik tersebut sebenarnya bukan Tempat Pembuangan Sementara melainkan lokasi transit sebelum sampah dipindahkan ke armada utama. Menurutnya, kondisi penumpukan hingga menutup sebagian jalan baru pertama kali terjadi di wilayah tersebut.
“Biasanya hanya hitungan jam langsung diangkut dan tidak pernah sampai menumpuk seperti sekarang,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....