APERTI BUMN Luncurkan Beasiswa 2026 Di Kota Bandung

  • 25 Mei 2026 13:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara (APERTI BUMN) resmi meluncurkan Program Beasiswa APERTI BUMN 2026 di Universitas Logistik dan Bisnis Internasional, Senin 25 Mei 2026. Program ini hadir untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa di seluruh Indonesia, sekaligus menyiapkan lulusan yang siap kerja dan mampu bersaing di dunia industri.

‎Ketua APERTI BUMN, Iwa Garniwa, mengatakan program beasiswa tersebut merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi di bawah naungan BUMN dalam menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini.

‎“Melalui program Beasiswa APERTI ini, kami hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Beasiswa ini diberikan khusus kepada calon mahasiswa yang mendaftar di perguruan tinggi anggota APERTI, dengan tujuan meringankan beban biaya, membuka peluang, dan memastikan lulusan siap kerja, siap berwirausaha, serta mampu bersaing,” ujar Iwa Garniwa saat memberikan sambutan pada peluncuran program beasiswa, Senin 25 Mei 2026.


‎Menurutnya, APERTI BUMN melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi calon mahasiswa, mulai dari tingginya biaya pendidikan, ketidaksesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri, hingga keterbatasan akses pendidikan bagi pelajar di daerah.

‎Ia menjelaskan, sejak pertama kali digelar pada 2019, program beasiswa APERTI terus mengalami peningkatan jumlah pendaftar maupun kuota penerima. Tahun ini, total kuota beasiswa yang disediakan mencapai 312 kursi dari enam perguruan tinggi anggota APERTI BUMN.

‎“Kami akan terus meningkatkan peluang bagi calon mahasiswa untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik,” katanya.

‎Iwa mengutarakan, seleksi penerima beasiswa tidak hanya mempertimbangkan kemampuan akademik, tetapi juga kondisi finansial calon mahasiswa. Menurutnya, penerima beasiswa diharapkan mampu berkembang menjadi talenta unggul sesuai bidang masing-masing.

‎“Akademik harus kuat, tetapi kemampuan finansial juga menjadi pertimbangan karena ini adalah beasiswa. Intinya, kami ingin menghasilkan talenta yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi dunia kerja,” ucapnya.

‎Pemilihan Universitas Logistik dan Bisnis Internasional atau ULBI sebagai lokasi peluncuran disebut bukan tanpa alasan. Kampus tersebut dinilai konsisten mengembangkan pendidikan di bidang logistik dan bisnis internasional yang menjadi sektor strategis bagi daya saing Indonesia.

‎Sementara itu, Rektor ULBI, I Nyoman Pujawan, menyebut pihaknya menyediakan 53 kuota beasiswa untuk program APERTI tahun ini, terdiri atas beasiswa penuh dan parsial.

‎“Kalau full, biaya kuliah sepenuhnya ditanggung. Kalau parsial, ada pengurangan biaya DPP atau SPP. Tahun lalu peminatnya sekitar 17 ribu orang untuk memperebutkan sekitar 300 kuota, jadi sangat kompetitif,” katanya.


‎Selain program APERTI, ULBI juga memiliki berbagai program bantuan pendidikan lain, seperti beasiswa prestasi, beasiswa mahasiswa internasional, hingga program jaminan kerja setelah lulus di perusahaan induk. ‎Menurut Nyoman, peluncuran beasiswa APERTI 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas akses pendidikan tinggi, terutama di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri.

‎“Hari ini menjadi momen penting bagi siswa di seluruh Indonesia karena pengumuman UTBK. Peluang masuk perguruan tinggi negeri sangat terbatas, sehingga APERTI hadir sebagai alternatif yang berkualitas,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, enam perguruan tinggi anggota APERTI memiliki fokus bidang yang berbeda-beda, mulai dari energi, teknologi informasi, logistik, hingga industri semen. ‎"Seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yakni mendukung kemajuan bangsa melalui pendidikan," tandasnya.

‎Adapun rincian kuota Beasiswa APERTI BUMN 2026 meliputi:

‎UIC : 40 kuota.

‎Telkom University : 55 kuota

‎Universitas Pertamina : 15 kuota

‎Institut Teknologi PLN : 105 kuota

‎ULBI : 53 kuota

‎Politeknik Semen Indonesia : 44 kuota

‎Syarat pendaftaran program beasiswa ini di antaranya diperuntukkan bagi siswa SMA, SMK, MA, atau sederajat lulusan tahun 2025 dan 2026. Pendaftar wajib melampirkan nilai rapor semester 1 hingga semester 5, sertifikat prestasi akademik maupun non-akademik, serta mendaftar melalui laman penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi tujuan. Setiap peserta hanya diperbolehkan memilih satu perguruan tinggi tujuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....