Revitalisasi Sekolah dan Pembelajaran Mendalam Hadirkan Pembelajaran Bermutu

  • 24 Mei 2026 13:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, meninjau hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Sekolah Kelompok Bermain (Kober) Al-Fatih dan SMP IT Al-Ittihad Persis Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program revitalisasi dan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Kedua sekolah tersebut sebelumnya telah menerima bantuan revitalisasi tahun anggaran 2025 yang diresmikan pada 24 Januari 2026 di Sumedang, Jawa Barat. Dalam kunjungannya, Wamendikdasmen menekankan bahwa penyediaan sarana pendidikan yang layak merupakan bagian penting dalam mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Atas dasar itu, memperbaiki sarana pendidikan menjadi hal yang sangat penting. Pendidikan yang bermutu tidak bisa dipisahkan dari fasilitas belajar yang memadai,” ujar Wamendikdasmen Atip, Jumat 22 Mei 2026.

Ia menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden dalam bidang pendidikan. Menurutnya, pemerintah saat ini terus berupaya memperbaiki kondisi satuan pendidikan di Indonesia yang masih banyak mengalami kerusakan.

“Dari sekitar 400 ribu satuan pendidikan di Indonesia, masih banyak yang membutuhkan perbaikan. Karena itu revitalisasi menjadi prioritas agar peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan aman,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP IT Al-Ittihad Persis Jamanis, Rifqy Yuhana, menyampaikan bahwa sekolahnya kini memiliki ruang perpustakaan baru setelah mendapatkan bantuan revitalisasi sebesar Rp319,5 juta. Sebelumnya, sekolah belum memiliki fasilitas perpustakaan yang memadai.

“Dengan adanya perpustakaan ini, kemampuan literasi murid dapat lebih dioptimalkan dan proses pembelajaran menjadi lebih baik,” ujar Rifqy.

Sementara itu, Kepala Kober Al-Fatih 450, Yusi Alawiyah, mengatakan bantuan revitalisasi sebesar Rp198,25 juta digunakan untuk merehabilitasi ruang administrasi serta membangun area bermain anak.

“Alhamdulillah sekolah kami menjadi lebih layak, sarana belajar dan bermain lebih memadai, serta anak-anak menjadi lebih nyaman dan bahagia saat belajar,” ungkapnya.

Selain meninjau hasil revitalisasi, Wamendikdasmen Atip juga mengunjungi SMPN 2 Singaparna untuk melihat proses pembelajaran yang telah memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID). Dalam kunjungan tersebut, ia berinteraksi langsung dengan peserta didik kelas VII, termasuk mengajak siswa memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Inggris dan berdiskusi mengenai teknologi antariksa serta komunikasi digital.

Pada kesempatan itu, Wamendikdasmen menegaskan pentingnya pendekatan deep learning dalam pembelajaran. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat bantu pendidikan, sementara kemampuan berpikir manusia tetap menjadi fondasi utama yang harus terus dikembangkan.

“Teknologi hanyalah tools atau alat bantu. Yang paling penting tetap kemampuan berpikir manusia. Karena itu pembelajaran harus mampu mendorong peserta didik berpikir mendalam, kritis, dan memahami makna dari apa yang dipelajari,” tutur Atip.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....