Bandung Kembali Diundang ke Milan, Buruan SAE Jadi Rujukan Tata Kelola Pangan

  • 25 Jul 2026 10:57 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Kota Bandung akan mengikuti Study Visit on School Meals Programme di Milan, Italia pada 27–30 Juli 2026 atas undangan resmi World Food Programme dan Milan Urban Food Policy Pact.
  • Delegasi Kota Bandung dipimpin oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Gin Gin Ginanjar, penggagas program Buruan SAE (Sehat, Alami, dan Ekonomis).
  • Partisipasi Bandung menegaskan posisinya sebagai pelopor tata kelola pangan perkotaan (urban food governance) di tingkat global dan berfokus pada penguatan sistem pangan sekolah.

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor tata kelola pangan perkotaan (urban food governance) di tingkat global. Atas undangan resmi dari World Food Programme (WFP) dan Sekretariat Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP), Kota Bandung akan berpartisipasi dalam Study Visit on School Meals Programme yang berlangsung di Milan, Italia, pada 27–30 Juli 2026.

‎Delegasi Kota Bandung dipimpin oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, yang juga merupakan penggagas program Buruan SAE (Sehat, Alami, dan Ekonomis). Ia didampingi perwakilan DKPP untuk mengikuti kunjungan studi yang berfokus pada penguatan sistem pangan sekolah.

‎Keikutsertaan Kota Bandung dalam agenda internasional tersebut menjadi bentuk pengakuan berkelanjutan terhadap inovasi lokal yang berhasil membangun ekosistem pangan terpadu, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemanfaatan pangan di masyarakat.

‎Di Milan, delegasi Kota Bandung akan bergabung bersama kementerian teknis Republik Indonesia dan pemerintah daerah terpilih untuk merumuskan penguatan kapasitas (capacity building) serta tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Forum tersebut juga menjadi wadah berbagi pengalaman mengenai pengembangan sistem pangan sekolah yang berkelanjutan.

‎Keberangkatan Gin Gin Ginanjar kali ini menjadi kunjungan ketiganya ke Milan atas undangan lembaga pangan internasional. Hal tersebut menunjukkan konsistensi Kota Bandung dalam mengembangkan kebijakan pangan yang melibatkan partisipasi masyarakat melalui program Buruan SAE.

‎Pada kunjungan pertama, 12–18 April 2025, Gin Gin bersama para pemimpin kota di Asia Tenggara menerima penghargaan internasional atas penyusunan Project Proposal School Meal Kota Bandung. Proposal tersebut merupakan hasil dari School Meal Workshop yang digelar di Bandung pada Juli 2024 dan menawarkan konsep integrasi hasil pertanian perkotaan ke dalam sistem penyediaan makanan bergizi bagi siswa.

‎Selanjutnya, pada 13–17 Oktober 2025, Kota Bandung kembali memperoleh pengakuan dunia dengan meraih Special Mention Award pada ajang MUFPP Global Forum 2025 dalam kategori Food Waste. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Bandung mengintegrasikan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), pengomposan, serta pertanian masyarakat dalam mengurangi sampah organik sejak dari sumbernya.

‎Pada kunjungan ketiga tahun ini, Bandung berperan sebagai mitra strategis dalam pembelajaran bersama yang melibatkan WFP, MUFPP, School Meals Accelerator, dan kementerian lintas sektor Republik Indonesia. Kunjungan ini difokuskan pada peran pemerintah daerah sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan implementasi di tingkat lapangan.

‎"Kota Milan telah menjadi seperti rumah kedua bagi gerakan Buruan SAE. Kemitraan kita dengan Pemerintah Kota Milan dan MUFPP bukan sekadar hubungan kelembagaan, melainkan persaudaraan gagasan. Kota Bandung membuktikan bahwa inovasi lokal dari lorong-lorong permukiman padat mampu memberikan kontribusi pemikiran bagi standar pangan sekolah dunia," ujar Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, Sabtu 25 Juli 2026.

‎Menurut Gin Gin, Pemerintah Kota Milan juga terus memberikan apresiasi terhadap kiprah Kota Bandung. Wakil Wali Kota Milan sekaligus Chair of the MUFPP Steering Committee, Anna Scavuzzo, secara konsisten menyambut delegasi Bandung sebagai mitra sejajar yang membawa pengalaman berharga dari negara-negara Global South.

‎Berbeda dengan kunjungan kerja pada umumnya, Study Visit in Milan 2026 dirancang sebagai Shared Learning Journey atau perjalanan pembelajaran bersama. Konsep tersebut menghubungkan kebijakan nasional Indonesia dengan pengalaman operasional pemerintah daerah dalam menjalankan program pangan.

‎Kegiatan ini berlandaskan lima pilar utama, yakni pembelajaran yang berakar pada kondisi nyata di Indonesia, penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, observasi dan refleksi terhadap sistem pangan sekolah di Milan, penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta pembangunan kepercayaan dan kolaborasi jangka panjang antar pemangku kepentingan.

‎Melalui partisipasi ini, Pemerintah Kota Bandung berharap pengalaman Buruan SAE dapat terus menjadi inspirasi dalam pengembangan sistem pangan perkotaan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam mewujudkan tata kelola pangan sekolah yang berkualitas di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....