Praktik Baik Penanganan ATS Perkuat SDM dan Dorong Kemajuan Daerah

  • 23 Jul 2026 17:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi salah satu prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Upaya tersebut dijalankan melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) dengan mengedepankan kolaborasi antara pemerintah daerah, mitra strategis, media, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.

Berbagai praktik baik penanganan ATS mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Tahun 2026. Salah satunya dipaparkan Pemerintah Kabupaten Ciamis yang menunjukkan percepatan penanganan ATS melalui penguatan sinergi lintas sektor serta pemutakhiran data yang akurat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firmantria, mengatakan pemerintah daerah terus menjaga komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meskipun menghadapi keterbatasan fiskal dan sumber daya aparatur. Komitmen tersebut diwujudkan melalui alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Sebelum kolaborasi kami perkuat, proses verifikasi data ATS mengalami stagnasi. Hingga Maret 2026, capaian verifikasi baru mencapai sekitar 45,23 persen dari total data awal sebanyak 15.033 anak. Capaian tersebut kini meningkat menjadi sekitar 64 persen hanya dalam waktu kurang lebih tiga bulan," ujar Andang, dalam keterangannya, Kamis 23 Juli 2026.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya mempercepat proses verifikasi data, tetapi juga menghasilkan pemetaan kondisi riil di lapangan, mengidentifikasi penyebab anak putus sekolah, serta memberikan pendampingan kepada keluarga agar anak kembali memperoleh layanan pendidikan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis mendorong penanganan ATS yang tidak berhenti pada verifikasi data, tetapi dilanjutkan dengan penyusunan intervensi sesuai karakteristik wilayah.

Berbagai inovasi pun mulai berkembang di tingkat desa, antara lain melalui penguatan pendidikan berbasis keterampilan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pemberian bantuan pendidikan, hingga pembentukan komunitas belajar. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi daerah lain.

Praktik baik lainnya disampaikan Pengelola PKBM Al Fattah Kabupaten Tasikmalaya, Feri Fauzi Firdaus. Ia menuturkan bahwa lembaganya terus membangun motivasi dan kepercayaan diri warga belajar agar mampu berprestasi setara dengan peserta didik di sekolah formal.

Pada 2026, PKBM Al Fattah berhasil mengantarkan tiga peserta didik melaju ke tingkat provinsi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN), terdiri atas dua peserta jenjang sekolah dasar dan satu peserta jenjang sekolah menengah pertama pada bidang Matematika. Capaian tersebut menjadikan PKBM Al Fattah sebagai satu-satunya PKBM yang berhasil lolos hingga tingkat provinsi dalam ajang tersebut.

"Mengusung slogan Kami Ada Karena Kami Beda, kami terus membangun kepercayaan diri warga belajar agar semangat meraih prestasi. Dalam penanganan ATS, sejak tahun ini kami juga telah tergabung dalam Satuan Tugas Penanganan ATS di Kabupaten Tasikmalaya," ujar Feri.

Ia menambahkan, PKBM Al Fattah telah menerima bantuan revitalisasi dan Interactive Flat Panel (IFP) pada 2025. Menurutnya, dukungan tersebut meningkatkan kualitas proses pembelajaran sehingga lebih interaktif, bermakna, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi warga belajar.

Menanggapi berbagai praktik baik tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menilai pendidikan nonformal akan semakin strategis dalam menyediakan layanan pembelajaran yang fleksibel, responsif terhadap kebutuhan dunia kerja, sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan berbasis kompetensi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara pendidikan nonformal di Indonesia yang terus memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat.

"Kami berkomitmen untuk terus membangun sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan masa depan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," ujar Fajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....