Wali Kota Bandung Soroti Ancaman Anak Zero Dose

  • 12 Mei 2026 13:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkap berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi Kota Bandung, salah satunya terkait fenomena anak zero dose. Istilah tersebut merujuk pada anak yang belum pernah menerima satu pun dosis vaksin imunisasi dasar rutin, khususnya vaksin DPT-1 (difteri, pertusis, dan tetanus) pada tahun pertama kehidupannya.

‎Farhan menegaskan, persoalan anak zero dose bukan sekadar persoalan angka statistik, melainkan menyangkut masa depan generasi bangsa yang harus dijaga secara bersama-sama.

‎“Fenomena anak zero dose bukan sekadar angka statistik. Di balik istilah itu ada masa depan anak-anak yang harus kita jaga bersama,” ujar Farhan saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, Selasa 11 Mei 2026.

‎Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing Mengejar Anak Zero Dose yang digelar di Ruang Multi Media UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

‎Dalam kesempatan itu, Farhan juga menyoroti tantangan besar berupa penolakan vaksin dan maraknya disinformasi yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, masih terdapat kelompok masyarakat yang menolak imunisasi akibat perbedaan pandangan maupun pengaruh informasi yang tidak tepat, terutama yang beredar di media sosial.



‎Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah ataupun tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, kader Posyandu, akademisi, media massa, hingga pengurus kewilayahan seperti RW untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya imunisasi dasar bagi anak.

‎“Kerja sama 360 derajat menjadi sangat penting agar anak-anak kita tidak kehilangan hak mendapatkan imunisasi dasar,” katanya.

‎Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengingatkan Indonesia masih menghadapi ancaman serius akibat tingginya jumlah anak yang belum tersentuh layanan imunisasi.

‎Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 terdapat sekitar 2,3 juta anak di Indonesia yang masuk kategori zero dose. Anak-anak tersebut belum mendapatkan imunisasi campak, polio, DPT, maupun imunisasi dasar lainnya.

‎“Cakupan imunisasi nasional memang sudah sekitar 80 persen, tetapi untuk menciptakan kekebalan komunal dibutuhkan minimal 90 persen,” jelas Dante.

‎Menurutnya, masih munculnya kasus campak dan sejumlah penyakit menular lainnya menunjukkan masih adanya celah perlindungan imunisasi di masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan imunisasi dasar lengkap di seluruh daerah.



‎Dalam kegiatan tersebut, Dante juga mengapresiasi capaian Provinsi Jawa Barat yang berhasil menurunkan jumlah anak zero dose secara signifikan dalam satu tahun terakhir. Dari sekitar 102 ribu anak pada tahun sebelumnya, kini jumlahnya menurun menjadi sekitar 67 ribu anak.

‎“Penurunannya hampir 40 ribu anak. Ini capaian yang luar biasa,” ucapnya.

‎Ia menilai Kota Bandung memiliki peluang besar menjadi contoh nasional dalam penanganan anak zero dose melalui berbagai inovasi pelayanan kesehatan, penguatan peran Posyandu, serta kolaborasi lintas sektor yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

‎Selain itu, Dante juga mengajak media massa untuk aktif menyebarkan edukasi yang benar mengenai imunisasi agar masyarakat tidak terjebak disinformasi yang beredar luas di media sosial.

‎“Media harus menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan informasi yang benar tentang pentingnya imunisasi,” katanya.

‎Di akhir kegiatan, Dante kembali menegaskan bahwa menjaga kesehatan anak-anak merupakan investasi penting untuk masa depan bangsa. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, media, dan masyarakat dapat memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh hak dasar kesehatan secara merata.

‎“Kolaborasi semua pihak sangat penting agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan imunisasi dasar,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....