Hari Kekayaan Intelektual Kupas Industri Olahraga di Jawa Barat
- 30 Apr 2026 13:50 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026 dimanfaatkan sebagai momentum edukasi pentingnya perlindungan karya dalam dunia olahraga, melalui podcast RRI Bandung yang digelar di Persib Official Merchandise Store, Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta manajemen Persib Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kanwil Kemenkum Jabar, Asep, menjelaskan bahwa kekayaan intelektual merupakan hak yang lahir dari hasil olah pikir manusia, baik berupa produk maupun jasa yang memiliki nilai ekonomi. “Kekayaan intelektual itu penting untuk dilindungi karena jika tidak, karya tersebut bisa dimanfaatkan pihak lain tanpa izin dan merugikan penciptanya,” ungkap Asep.
Ia menambahkan, bentuk kekayaan intelektual di sektor olahraga sangat beragam, mulai dari merek seperti logo klub, desain industri seperti jersey, hingga hak cipta seperti lagu dan koreografi suporter. “Semua itu harus didaftarkan agar memiliki perlindungan hukum dan meningkatkan nilai ekonominya,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan manajemen Persib Bandung, Budi, menegaskan bahwa kekayaan intelektual menjadi fondasi penting dalam menjaga nilai dan kepercayaan publik terhadap klub. “Persib bukan hanya klub sepak bola, tapi juga brand besar. Menjaga keaslian produk menjadi bagian dari menjaga kepercayaan Bobotoh,” kata Budi.
Menurutnya, pembelian produk resmi menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap klub. Ia menyebutkan bahwa pendapatan dari merchandise akan kembali digunakan untuk mendukung operasional tim dan kesejahteraan pemain. “Kalau ingin mendukung Persib, salah satu cara paling konkret adalah membeli produk original,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, Sigit, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong edukasi kekayaan intelektual kepada atlet dan pelaku olahraga. Hal ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui pemanfaatan karya dan inovasi yang dimiliki. “Kami ingin atlet tidak hanya berprestasi, tapi juga memahami nilai ekonomi dari karya yang mereka miliki,” ujar Sigit.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem olahraga berbasis ekonomi kreatif. Salah satunya melalui program sport tourism yang mampu mendatangkan wisatawan dan meningkatkan pendapatan daerah.
Lebih lanjut, Asep mengungkapkan bahwa proses pendaftaran kekayaan intelektual kini semakin mudah dan cepat. Bahkan, untuk hak cipta seperti lagu, sertifikat dapat diterbitkan dalam waktu singkat melalui sistem daring. “Sekarang cukup daftar secara online, bahkan bisa selesai dalam hitungan menit,” katanya.
Melalui kegiatan ini, para narasumber sepakat bahwa olahraga tidak hanya soal prestasi di lapangan, tetapi juga harus didukung dengan perlindungan kekayaan intelektual. Dengan demikian, ekosistem industri olahraga dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sebagai penutup, Budi mengajak seluruh masyarakat, khususnya Bobotoh, untuk mendukung Persib secara positif dan bertanggung jawab. “Dukung Persib dengan cara yang benar, karena dari situ kita ikut menjaga masa depan klub,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....