ISBI Bandung Perkuat Ekosistem Budaya pada Dies Natalis ke-58
- 01 Apr 2026 17:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung memperingati Dies Natalis ke-58 dengan mengusung tema “Penguatan Ekosistem Seni Budaya Melalui Transformasi dan Inovasi Tradisi Berkelanjutan”, Rabu 1 April 2026.
Kegiatan ini digelar di Gedung Kesenian Sunan Ambu dan menjadi momentum strategis untuk menegaskan peran kampus seni sebagai pusat pengembangan budaya yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Perayaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Staf Khusus Menteri Bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, Rektor ISBI Bandung Prof. Retno Dwimarwati, serta Ketua DPRD Jawa Barat Bucky Wibawa. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat ekosistem seni dan budaya nasional.
Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie mengapresiasi perjalanan panjang ISBI Bandung sebagai benteng pengembangan seni dan budaya di Indonesia. Ia menilai, institusi ini memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi budaya di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, di era disrupsi teknologi yang serba cepat, seni dan budaya tidak boleh tergerus.
Justru sebaliknya, nilai-nilai budaya harus semakin diperkuat sebagai pilar bangsa yang mampu menjaga identitas nasional. "Kita mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi seni, untuk bersinergi dalam membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan. Kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global," kata Tjitjik.
Lebih lanjut, Tjitjik berharap ISBI Bandung mampu memperluas kiprahnya hingga ke tingkat internasional. Ia juga menekankan pentingnya kontribusi nyata kampus seni terhadap masyarakat luas melalui berbagai program inovatif.
Sementara itu, Rektor ISBI Bandung Prof. Retno Dwimarwati menyampaikan bahwa peringatan Dies Natalis ke-58 ini bertepatan dengan akhir masa jabatannya. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program-program yang telah dirintis selama kepemimpinannya.
"Capaian yang telah dibangun tidak berhenti, melainkan dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh kepemimpinan selanjutnya. Oleh karena itu, pentingnya penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan media," kata Rektor.
Menurut Retno, mulai terbukanya ruang-ruang publik yang disediakan pihak swasta menjadi peluang besar dalam mendukung aktivitas akademik dan seni. Hal ini dinilai sebagai langkah positif dalam memperluas akses masyarakat terhadap budaya.
"Salah satu visi besar yang diusung ISBI Bandung adalah menjadi pusat Edu-Cultural Tourism yang mengintegrasikan pendidikan, budaya, dan pariwisata dalam satu ekosistem. Konsep ini diharapkan mampu menjadikan kampus sebagai destinasi budaya yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat," imbuhnya.
Sebagai fondasi menuju masa depan, ISBI Bandung telah menyiapkan platform dan sistem digital sebagai embrio pengembangan institusi. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Dies Natalis ke-58 ini menjadi penanda komitmen ISBI Bandung untuk menjaga warisan budaya sekaligus bertransformasi menghadapi tantangan global.
Ketua DPRD Jawa Barat, Bucky Wibawa, menegaskan bahwa penguatan ekosistem seni dan budaya merupakan kebutuhan strategis di tengah dinamika global yang terus berkembang pesat.
"Iovasi yang dilakukan harus tetap berakar pada nilai-nilai tradisi. Transformasi dan inovasi tradisi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan budaya tanpa kehilangan identitasnya,” ujar Bucky.
Ia menilai, lembaga pendidikan seni seperti ISBI Bandung memiliki posisi yang sangat penting sebagai agen kemajuan kebudayaan. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada pendidikan, tetapi juga mencakup penelitian serta pengabdian kepada masyarakat
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....