Kemendikdasmen Tinjau Revitalisasi SMAN 2 Sukabumi, Pastikan Fasilitas Baik
- 09 Mar 2026 20:35 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Sukabumi - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung hasil program revitalisasi satuan pendidikan di SMAN 2 Sukabumi, Jawa Barat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan revitalisasi dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Fajar melihat berbagai fasilitas yang telah diperbaiki melalui program revitalisasi, mulai dari ruang kelas, laboratorium IPA, perpustakaan, hingga ruang administrasi sekolah. Revitalisasi tersebut didukung bantuan dari pemerintah pusat sebesar sekitar Rp1,4 miliar yang digunakan untuk memperbaiki fasilitas pembelajaran di sekolah.
“Kami ingin memastikan bahwa program revitalisasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah, baik bagi siswa maupun guru. Perbaikan sarana prasarana seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang belajar menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih berkualitas,” ujar Fajar, Senin 9 Maret 2026.
Selain meninjau perbaikan infrastruktur sekolah, Wamen Fajar juga melihat pemanfaatan perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) yang telah tersedia di ruang perpustakaan. IFP tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pembelajaran berbasis teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana menambah dua unit PID untuk setiap satuan pendidikan pada tahun ini.
“Kami berharap, pemanfaatan teknologi pembelajaran ini dapat membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih menarik dan interaktif sehingga siswa dapat belajar dengan lebih optimal,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMAN 2 Sukabumi, Nike Mustikasari, menyampaikan bahwa program revitalisasi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kondisi sekolah. Sebelum revitalisasi dilakukan, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan berat sehingga kurang mendukung proses pembelajaran.
“Sebelum revitalisasi, beberapa ruang di sekolah kami mengalami kerusakan berat, bahkan ada ruang kelas yang kondisinya hampir roboh. Melalui program revitalisasi ini, fasilitas sekolah menjadi jauh lebih baik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun guru,” ujar Nike.
Ia berharap program revitalisasi satuan pendidikan dapat terus diperluas agar semakin banyak sekolah yang mendapatkan manfaat, khususnya sekolah yang masih membutuhkan perbaikan fasilitas belajar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....