Farhan, Soroti Tantangan Jurnalisme Cepat, Era Citizen Journalism

  • 09 Feb 2026 10:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pers di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan menguatnya peran citizen journalism. Hal tersebut disampaikannya saat menanggapi rangkaian kegiatan dan dinamika penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Menurut Farhan, arus informasi yang begitu cepat menuntut insan pers untuk mampu beradaptasi tanpa mengorbankan prinsip dasar jurnalistik, terutama akurasi dan verifikasi. Ia menegaskan bahwa perubahan pola konsumsi informasi masyarakat saat ini memaksa media untuk bekerja jauh lebih cepat dibandingkan era sebelumnya.

“Dalam jurnalisme yang mengedepankan citizen journalism, kita perlu merespons cepatnya arus dan muatan informasi. Narasi yang dulu bisa disusun berminggu-minggu, sekarang harus selesai dalam hitungan jam,” ujar Farhan, Senin 9 Februari 2026.


Baca juga:Pemkot Perkuat Intervensi Kesehatan Mental Anak dan Remaja


Ia menjelaskan, kehadiran jurnalisme warga telah membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam penyebaran informasi. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan serius bagi media arus utama, khususnya dalam menjaga kualitas konten dan kepercayaan publik.

Farhan menekankan bahwa kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan. Media, menurutnya, tetap harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, meskipun berada dalam tekanan untuk menyajikan berita secepat mungkin.

“Jurnalisme yang mengedepankan citizen journalism harus diimbangi dengan kemampuan memilah, memverifikasi, dan mengontekstualisasikan informasi. Di sinilah peran media profesional menjadi sangat penting,” katanya.

Ia berharap momentum Hari Pers Nasional dapat menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan pers untuk memperkuat komitmen terhadap jurnalisme yang berkualitas, berimbang, dan bertanggung jawab. Selain itu, Farhan juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat.

Menurutnya, di tengah derasnya informasi digital, pers memiliki peran strategis sebagai penjernih informasi sekaligus penjaga nalar publik. 

" Oleh karena itu, adaptasi terhadap perkembangan zaman harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai dasar jurnalistik," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....