Walikota Bandung Soroti Tingginya Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler
- 20 Jul 2026 12:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menanggapi data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menempatkan Kecamatan Bojongloa Kaler sebagai salah satu dari 10 wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data tersebut, tercatat sebanyak 5.090 warga di wilayah itu terindikasi sebagai pemain judi online.
Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung saat ini masih mendalami data tersebut untuk mengetahui profil para korban judi online. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, mayoritas korban berasal dari kalangan masyarakat menengah ke bawah.
"Saya lagi berusaha mendalami. Tapi dari profiling yang saya terima tentang mereka yang menjadi korban judi online dan pinjaman online, rata-rata memang masyarakat dari kalangan menengah ke bawah," ujar Farhan, Senin 20 Juli 2026.
Menurut Farhan, kondisi tersebut menjadi tantangan baru bagi Program Kampung Bebas Rentenir yang selama ini dijalankan Pemkot Bandung. Program tersebut sebelumnya difokuskan untuk mencegah praktik rentenir dan pinjaman ilegal, sekaligus mendorong pelaku UMKM memanfaatkan layanan keuangan digital yang legal.
Namun, maraknya judi online dinilai menjadi persoalan yang lebih kompleks karena dapat mendorong masyarakat terjerat pinjaman online akibat kecanduan berjudi.
"Judi online bisa mendorong orang nekat mengambil pinjaman online. Ini bukan hanya soal literasi digital, tetapi juga menyangkut aspek psikologis karena sifatnya membuat ketagihan," katanya.
Farhan menjelaskan, mekanisme judi online memang dirancang untuk membuat pemain terus kembali bermain. Pada awalnya pemain kerap diberi kemenangan sehingga terdorong untuk terus memasang taruhan dengan nominal yang semakin besar. Seiring waktu, peluang menang semakin kecil, sementara jumlah taruhan terus meningkat hingga akhirnya menimbulkan kecanduan.
"Itulah yang harus kita tangani bersama-sama. Karena persoalannya sudah masuk ke ranah kecanduan," ucapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Bandung tengah menjalin komunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) guna memperkuat upaya pengendalian dan pencegahan judi online di masyarakat.
Farhan menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyasar individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan kewilayahan. Menurutnya, penanganan korban judi online harus dilakukan secara komprehensif, sebagaimana penanganan terhadap korban penyalahgunaan narkoba.
"Kita tidak bisa person to person. Pendekatannya harus melalui keluarga. Karena ini menyangkut kecanduan, sama seperti kita menangani kecanduan narkoba," ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa para pelaku yang telah mengalami kecanduan judi online harus dipandang sebagai korban yang membutuhkan pendampingan dan pemulihan.
Farhan menambahkan, sorotan terhadap Bojongloa Kaler saat ini tidak hanya terkait tingginya angka pemain judi online, tetapi juga karena wilayah tersebut sempat menjadi perhatian akibat aksi geng motor beberapa waktu lalu.
"Bojongloa Kaler sekarang memang sedang menjadi sorotan. Karena itu, berbagai persoalan sosial di wilayah tersebut harus ditangani secara bersama-sama melalui kolaborasi pemerintah, aparat, dan masyarakat," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....