Farhan: Tekanan Ekonomi dan Libur Sekolah, Jadi Faktor Kasus Begal Meningkat
- 15 Jul 2026 18:36 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut meningkatnya kasus begal di Kota Bandung dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya tekanan ekonomi dan meningkatnya tindak kekerasan saat masa libur sekolah.
Menurut Farhan, pola tersebut hampir selalu terjadi setiap memasuki masa liburan. Namun, ia optimistis angka kriminalitas akan kembali menurun setelah aktivitas belajar mengajar dimulai.
"Tekanan ekonomi menjadi salah satu faktor. Selain itu, setiap memasuki libur sekolah tingkat kekerasan memang cenderung meningkat. Nanti begitu sekolah mulai, mudah-mudahan angkanya turun lagi. Yang penting kita terus berupaya menekannya," ujar Farhan, Rabu 15 Juli 2026.
Farhan menegaskan Pemerintah Kota Bandung tidak akan menutupi kondisi keamanan yang terjadi di lapangan. Menurutnya, setiap kasus akan ditangani secara terbuka agar masyarakat mengetahui langkah yang dilakukan pemerintah bersama aparat penegak hukum.
"Kami tidak mau pura-pura aman. Apa yang terjadi, itulah yang langsung kami tangani. Mudah-mudahan angkanya semakin lama semakin menurun," katanya.
Ia juga mengungkapkan akan kembali menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada pekan depan untuk mengevaluasi perkembangan penanganan kasus begal di Kota Bandung.
Farhan menyoroti mayoritas pelaku begal yang berhasil diamankan masih berusia belasan tahun. Meski tetap diproses secara hukum, penanganannya dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku bagi pelaku anak.
"Kalau sudah melanggar hukum tentu akan kami tindak. Tetapi karena mereka masih di bawah umur, ada perlindungan khusus dalam proses penanganannya," ucapnya.
Ia mengaku khawatir kelompok kriminal memanfaatkan proses tersebut sebagai sarana merekrut remaja ke dalam jaringan kekerasan. Karena itu, pencegahan melalui pengawasan dan penindakan dinilai harus terus diperkuat.
Farhan mengatakan dirinya bersama Kapolrestabes Bandung telah bersepakat untuk membuka informasi mengenai setiap kasus begal kepada publik. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap waspada sekaligus mengetahui bahwa aparat bergerak cepat melakukan penindakan.
"Setiap kejadian begal memang kami ekspos agar masyarakat waspada. Setelah ada hasil penindakan, pasti akan kami publikasikan kembali," ucapnya.
Terkait pembentukan tim anti begal yang melibatkan personel Brimob, Farhan menilai keberadaannya sudah memberikan dampak positif dalam membantu aparat menekan aksi kriminalitas di jalanan.
"Tim anti begal Brimob memang baru dibentuk, tetapi sudah berperan. Kalau tidak ada, mungkin kondisinya bisa lebih parah. Sekarang setiap ada begal, aparat langsung bergerak melakukan penangkapan," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....