Capaian Program KB Cianjur Capai Enam Puluh Persen

  • 07 Feb 2026 20:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cianjur - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur mencatat berbagai capaian positif dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) sepanjang tahun 2025. Program tersebut dinilai berkontribusi besar dalam pengendalian penduduk serta peningkatan kualitas keluarga di Kabupaten Cianjur.

Program KB merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan mengatur jumlah dan jarak kelahiran anak. Melalui program ini, diharapkan terbentuk keluarga yang sehat, berkualitas, serta sejahtera secara sosial dan ekonomi.

Jabatan Fungsional Penata Kependudukan KB DPPKBP3A Kabupaten Cianjur, Ida Farida, menyebutkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang mengakses layanan KB sepanjang 2025 mencapai ratusan ribu pasangan. Tingginya angka tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga.

“Jumlah Pasangan Usia Subur yang mengakses layanan KB di Kabupaten Cianjur mencapai 385.898 pasangan,” kata Ida Farida, Sabtu 7 Februari 2026.Menurutnya, angka tersebut menjadi indikator keberhasilan program KB di daerah.

Baca Juga: Penilaian TPP ASN Cimahi Gunakan Sistem Kinerja Perilaku

Berdasarkan data DPPKBP3A, Kecamatan Cianjur Kota menjadi wilayah dengan jumlah PUS tertinggi yang memanfaatkan layanan KB. Sementara itu, Kecamatan Leles tercatat sebagai wilayah dengan jumlah peserta KB paling sedikit.

“Paling banyak PUS yang mengakses KB berada di Kecamatan Cianjur Kota sebanyak 23.330 pasangan, sedangkan yang paling sedikit di Kecamatan Leles sebanyak 5.040 pasangan,” ujarnya. Data tersebut diperoleh dari rekapitulasi layanan KB sepanjang tahun 2025.

Dari sisi jenis alat kontrasepsi, KB suntik masih menjadi pilihan utama masyarakat Kabupaten Cianjur. Sebaliknya, metode kontrasepsi permanen seperti vasektomi tercatat paling sedikit digunakan.

“KB suntik sebanyak 146.416 peserta, pil 66.893, kondom 1.828, implan 21.382, IUD 10.614, vasektomi 189, dan tubektomi 2.783,” jelas Ida. Ia menilai variasi pilihan ini menunjukkan kebutuhan dan preferensi yang berbeda di masyarakat.

Ida menambahkan, capaian program KB di Kabupaten Cianjur mencapai persentase 64,55 persen. Angka tersebut tidak terlepas dari meningkatnya pemahaman masyarakat akan manfaat program KB bagi masa depan keluarga.

“Alasan masyarakat mengikuti program KB karena ingin anak-anaknya bisa sekolah lebih tinggi dan hidup sejahtera. Jarak kelahiran yang lebih terencana membuat keluarga lebih siap secara finansial dan mental,”tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....