Pemkot Bandung Targetkan 30 Persen Sampah Diolah jadi RDF

  • 06 Feb 2026 18:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis pengolahan dan pemanfaatan kembali. Salah satu langkah strategis yang tengah dipercepat adalah optimalisasi pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dengan memastikan ketersediaan off-taker agar hasil olahan tidak menumpuk.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa keberadaan off-taker menjadi kunci agar sistem pengolahan RDF berjalan berkelanjutan. Menurutnya, dari sisi kapasitas, Pemkot Bandung menargetkan sekitar 30 persen dari total timbulan sampah harian dapat ditangani secara optimal melalui fasilitas yang tersedia.

“Harus ada off-taker-nya supaya tidak menumpuk. Kalau soal kapasitas, secara optimal, sesuai dengan lahan penampungan dan pengolahan yang kita punya, target saya 30 persen sampah harus bisa ditangani. Artinya, kita butuh enam titik. Enam titik masing-masing 80 ton, jadi sekitar 480 ton,” ujar Farhan, Jumat 6 Februari 2026.

Farhan menjelaskan, saat ini Pemkot Bandung tengah memastikan kesiapan fasilitas RDF yang ada. Sebanyak empat fasilitas pengolahan RDF sedang menjalani proses renovasi dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Pada dasarnya, kita sedang memastikan ada off-taker dari RDF yang kita produksi. Kemarin ada empat fasilitas RDF yang sedang direnovasi. Mudah-mudahan dua minggu lagi selesai, baik yang di Cicukang Holis 1 dan 2, yang di Astana Anyar, satu di Tegalega, total ada empat,” jelasnya.

Baca juga : Pemkot Dorong Program Gentengisasi, Implementasi Perda Larangan Asbes

Setelah renovasi selesai dan fasilitas kembali beroperasi, masing-masing unit RDF ditargetkan mampu mengolah hingga 80 ton sampah per hari. Dengan demikian, empat fasilitas tersebut dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Begitu sudah berjalan, kita bisa mengelola 80 ton sampah menjadi RDF. Itu hampir 30 persen dari total timbulan sampah kita,” katanya.

Selain mengandalkan fasilitas RDF, Pemkot Bandung juga mendorong peran aktif masyarakat melalui pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan. Farhan menyebutkan bahwa pengelolaan sampah berbasis Rukun Warga (RW) ditargetkan mampu menangani sekitar 80 ton sampah per hari.

“Sisa 80 ton lagi akan dikelola oleh RW. Semua RW harus bisa mengelola total 80 ton per hari,” katanya.

Dengan skema tersebut, total sampah yang dapat ditangani setiap hari diperkirakan mencapai sekitar 560 ton. Namun demikian, Farhan mengakui masih ada sisa sampah dalam jumlah besar yang belum dapat diolah sepenuhnya.

“Jadi totalnya sekitar 560 ton. Kalau 560 ton sudah tertangani, maka kita masih punya sekitar 800 sampai 900 ton lagi yang harus dibawa ke TPA,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....