Tahun 2025, 10 Ribu Siswa Gangguan Kesehatan Mental
- 06 Feb 2026 12:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan sebanyak 10 ribu siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bandung mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang tahun 2025. Data tersebut diperoleh dari hasil survei kesehatan mental yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung terhadap peserta didik.
“10.000 siswa mengalami masalah kesehatan mental,” ujar Farhan saat ditemui di SMP Negeri 70 Kota Bandung, Jumat 6 Februari 2026.
Farhan menjelaskan, temuan tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung, khususnya sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan di sektor pendidikan. Data itu akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung untuk ditindaklanjuti melalui program penguatan kapasitas guru, terutama guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.
“Data ini akan menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan untuk membuat program pengembangan kapasitas guru BK. Pemerintah kota akan menyiapkan program untuk merespons kondisi ini,” katanya.
Baca Juga: Darurat Sampah Nasional, Wamendikdasmen Dorong Budaya Peduli Lingkungan
Namun demikian, Farhan mengaku belum dapat merinci secara detail kategori gangguan kesehatan mental yang dialami para siswa, baik yang tergolong ringan, sedang, maupun berat. Ia menyarankan agar penjelasan teknis lebih lanjut disampaikan oleh Dinas Pendidikan,“ Nanti bisa ditanyakan lebih rinci ke Dinas Pendidikan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Gufron, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah konkret untuk menangani persoalan kesehatan mental di lingkungan sekolah. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menghadirkan tenaga psikolog untuk bekerja sama dengan guru BK.
“Kami menyiapkan tenaga psikolog untuk memberikan bimbingan dan pendampingan, khususnya bagi guru BK di sekolah,” katanya.
Selain itu, Disdik Kota Bandung juga akan melakukan koordinasi lintas sektor dengan puskesmas di wilayah masing-masing sekolah, guna memastikan penanganan kesehatan mental siswa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi.
" kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat secara mental bagi peserta didik di Kota Bandung," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....