Darurat Sampah Nasional, Wamendikdasmen Dorong Budaya Peduli Lingkungan

  • 06 Feb 2026 11:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Indonesia saat ini menghadapi kondisi darurat sampah secara nasional. Berdasarkan data, timbulan sampah di Indonesia mencapai sekitar 142 ribu ton per hari, namun baru sekitar 24 persen yang dapat dikelola dan diolah dengan baik. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat hingga daerah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan Presiden Republik Indonesia menaruh harapan besar pada penguatan gerakan gotong royong sebagai solusi jangka panjang persoalan sampah. Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya bertujuan menanggulangi persoalan lingkungan, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.

“Harapan Bapak Presiden, melalui gerakan gotong royong seperti ini, pertama kita membangun budaya peduli lingkungan di kalangan anak-anak sekolah. Kedua, juga mendorong pengembangan teknologi pengolahan sampah,” ujar Fajar saat melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 70 Kota Bandung, Jumat 6 Februari 2026.


Baca Juga: Pastikan Keamanan Mudik, Kapolda Tinjau Jalur Selatan Tasikmalaya


Ia menegaskan, peran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sangat penting dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada peserta didik sejak usia dini. Salah satunya melalui edukasi pemilahan sampah antara sampah organik dan non-organik.

“Nah, tugas kami di Kementerian Pendidikan adalah bagaimana mendorong anak-anak kita sejak dini agar sadar dan memiliki pengetahuan mengenai mana sampah organik dan mana yang bukan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Bandung yang menggagas gerakan Pagar Bersih (Pelajar Bergerak Bersih-bersih) yang dilaksanakan setiap Jumat. Program tersebut dikenal sebagai bagian dari gerakan Jumat Bersih yang digagas Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

“Gerakan Jumat Bersih ini, yang di Kota Bandung dikenal dengan Pagar Bersih, menurut saya sangat penting dan layak untuk direplikasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia,” ucapnya.


Baca Juga: Disnakertrans Cianjur Catat 11 Ribu Penyerapan Tenaga Kerja


Fajar menjelaskan, meskipun setiap daerah memiliki kreativitas masing-masing, secara nasional gerakan Jumat Bersih merupakan wujud nyata dari penerjemahan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salah satunya kebiasaan bermasyarakat dan peduli lingkungan.

Ia menambahkan, pendidikan peduli lingkungan tidak hanya sebatas teori di sekolah, tetapi juga harus diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari. Mulai dari mengenali jenis sampah, mengurangi penggunaan bahan non-organik seperti kantong plastik, hingga membiasakan anak membawa tumbler dari rumah untuk mengurangi ketergantungan pada air minum kemasan.

“Ini kebiasaan yang kelihatannya kecil, tetapi bisa berdampak besar jika dilakukan secara konsisten dan disiplin oleh anak-anak kita,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....