Perempuan Cianjur Jadi Korban Penipuan Investasi Kos-Kosan

  • 05 Feb 2026 19:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cianjur - Seorang perempuan berinisial OR (40), warga Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, diduga menjadi korban penipuan berkedok investasi gadai kos-kosan. Mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu mengaku mengalami kerugian hingga Rp100 juta akibat bujuk rayu terduga pelaku.

OR menuturkan, perkenalannya dengan terduga pelaku bermula dari media sosial. Pelaku yang diketahui berusia lebih muda tersebut intens berkomunikasi hingga akhirnya menjalin kedekatan secara personal.

Setelah melalui percakapan panjang, pada Agustus 2024 pelaku menawarkan kerja sama bisnis investasi berupa gadai kos-kosan. Pelaku mengklaim memiliki sejumlah kamar kos yang siap digadaikan untuk dijadikan sumber penghasilan.

“Awalnya saya ditawari gadai kos-kosan 10 pintu dengan iming-iming penghasilan Rp5 juta per bulan,” ujar OR saat ditemui, Kamis 5 Februari 2026.Pelaku juga menjanjikan modal investasi akan dikembalikan dalam waktu tiga bulan.

Baca Juga: Jalur Tasikmalaya-Garut Longsor, Akses Jalan Sempat Terhambat

Tergiur dengan janji keuntungan tersebut, OR akhirnya menyetujui tawaran investasi itu. Ia kemudian mentransfer dana sebesar Rp100 juta secara bertahap kepada terduga pelaku.

“Saya tergiur dan setuju, apalagi saat itu baru melahirkan dan membutuhkan biaya besar,” ungkapnya. OR mengaku percaya karena pelaku meyakinkan bahwa bisnis tersebut aman dan menguntungkan.

Namun seiring berjalannya waktu, janji penghasilan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. Merasa curiga, korban mendatangi kediaman terduga pelaku dan bertemu langsung dengan ibu pelaku.

Dalam pertemuan tersebut sempat dilakukan mediasi dan pihak keluarga pelaku berjanji akan bertanggung jawab. Ibu pelaku bahkan menyanggupi akan mengembalikan uang korban dalam waktu tertentu.

“Hingga sekarang tidak ada itikad baik, malah susah ditemui dan nomor saya diblokir,” tegas OR. Merasa dirugikan, OR mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek dan Polres Cianjur serta meminta bantuan tim Gubernur Jawa Barat, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....