Pemkot, Gaji Karyawan Bandung Zoo Dibayar Upah Minimum

  • 05 Feb 2026 18:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan seluruh karyawan di kawasan Bandung Zoo tetap menerima gaji sesuai ketentuan upah minimum.Meskipun izin Lembaga Konservasi (LK) sebelumnya telah dicabut dan penguasaan lahan dikembalikan kepada Pemkot Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa penggajian karyawan menjadi tanggung jawab penuh Pemkot Bandung.Sementara penanganan dan perawatan satwa sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan.

“Kesepakatannya jelas. Penanganan satwa 100 persen menjadi tanggung jawab Kementerian Kehutanan. Sedangkan operasional kawasan, termasuk penggajian karyawan, itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung,” ujar Farhan, Kamis 5 Februari 2026.

Farhan menjelaskan, skema kerja sama semacam ini sebenarnya bukan hal baru. Ia mencontohkan pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda yang berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Kementerian Kehutanan, namun dikelola oleh Dinas Kehutanan dengan keterlibatan lahan dari berbagai pemerintah daerah.

“Model kerja sama seperti ini sudah berjalan di tempat lain. Jadi kita tidak memulai dari nol,” katanya.


Baca Juga: Polsek Jalancagak Gencarkan Kebersihan dan Estetika Lingkungan


Terkait pengelolaan Bandung Zoo ke depan.Farhan menyebutkan bahwa pemerintah akan menunjuk lembaga konservasi berbadan hukum yang nantinya diberikan kewenangan dan izin resmi untuk mengelola kawasan tersebut, tentunya dengan pengawasan ketat dari pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Farhan, terdapat dua tujuan utama dari pengelolaan Bandung Zoo ke depan, yakni sebagai sarana edukasi dan konservasi satwa. Bentuk dan konsep pengelolaannya dapat beragam, selama tetap berorientasi pada kepentingan perlindungan satwa dan manfaat edukatif bagi masyarakat.

“Tujuan utamanya ada dua, edukasi dan konservasi. Bentuk kemasannya bisa macam-macam, tapi harus memperhatikan aspirasi masyarakat, DPRD, bahkan juga perhatian dari DPR RI,” jelasnya.

Farhan menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan masukan terkait isu konservasi satwa di Bandung Zoo, termasuk kalangan akademisi.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Prof. Jata, akademisi dengan reputasi internasional yang sangat memahami isu konservasi. Masukan-masukannya sangat berarti bagi kita,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....