Persiapan Pemekaran Desa Mekarwangi, Upaya Mendongkrak Kesejahteraan Warga
- 27 Jan 2026 17:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID., Bandung - Camat Pangalengan, Vena Andriawan menyoroti serius kondisi ekonomi di Kecamatan Pangalengan yang saat ini menempati posisi pertama sebagai wilayah dengan angka kemiskinan tertinggi. Urutan itu menjadi nomor satu, urutan pertama di seluruh Kabupaten Bandung ini.
Dalam Kehadirannya di Lamajang saat kegiatan Desa Persiapan Mekarwangi, dirinya memaparkan data statistik wilayah yang mencakup luas lahan sebesar 27.000 hektar. Angka itu terdiri dari 13 desa, 231 RW, dan 1.098 RT dengan total penduduk mencapai 170.000 jiwa.
Camat Vena menyampaikan juga terkait upah buruh tani yang masih jauh di bawah UMK. Ini salah satu pemicu utama tingginya angka kemiskinan di Pangalengan yang dominasi sektor pertanian yang belum memberikan kesejahteraan bagi pekerjanya.
Baca juga : Wajib Pajak Berprestasi diapresiasi oleh Bapenda Kabupaten Bandung
Mayoritas masyarakat bekerja sebagai buruh tani. Dan mereka mendapatkan upah harian yang sangat rendah.
"Upah buruh tani di sini berkisar antara Rp35.000 hingga Rp50.000 per hari. Jika dijumlahkan dalam 20 hari kerja, mereka hanya membawa pulang Rp700.000 sampai Rp1 juta per bulan, angka ini sangat jauh jika dibandingkan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bandung yang berada di kisaran Rp3,7 hingga Rp3,8 juta," ujar Vena , dalam keterangannya, Selasa 27 Januari 2026.
Ia berharap dengan adanya Pemekaran Desa dan Bantuan Modal dari Pemkab Bandung menjadi solusi masalah tersebut. Untuk itu Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung mendorong percepatan pemekaran desa, salah satunya melalui Desa Persiapan Mekarwangi.
Selain itu Vena juga menyampaikan bahwa pola penanganan kemiskinan selama ini dinilai belum holistik. Menurutnya, bantuan seperti BLT, dan BPNT barulah sebatas memberikan "ikan" tanpa "kailnya".
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....