Pengolahan Sampah dari Rumah, Fokus Utama Kota Cimahi

  • 25 Jan 2026 11:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber dengan mendorong pengolahan sampah langsung dari rumah tangga. Melalui program magotisasi serta pembentukan Bank Sampah Unit (BSU) di setiap wilayah kelurahan, upaya ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Kasi Pemerintahan dan Trantibum Kelurahan Cibabat, Asep Saepudin, mengatakan tren pengelolaan sampah di Kota Cimahi saat ini lebih diarahkan pada penanganan dari hulu, yakni dari rumah tangga. Hal tersebut dilakukan melalui berbagai program sosialisasi dan aksi nyata di lapangan yang digencarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi.

“Untuk sekarang trennya kita lebih ke pengolahan sampah dari rumah. Melalui magotisasi dan juga pembentukan BSU-BSU yang terus kita dorong agar terbentuk di seluruh kelurahan. Dengan begitu, sampah yang dibuang ke TPS bisa jauh berkurang,” ujar Asep saat ditemui di lokasi kegiatan pengelolaan sampah di Kompleks Nata Endah RT 07 RW 02, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Minggu 25 Januari 2026.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah idealnya diselesaikan di tempat awal munculnya sampah. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan sejak dari rumah, antara sampah organik dan nonorganik. Sampah organik dapat diolah melalui magot atau dijadikan kompos, sementara sampah nonorganik dapat disalurkan melalui bank sampah yang ada di wilayah masing-masing.

“Jadi kita selesaikan di tempat munculnya sampah. Yang organik bisa diolah dengan magot atau kompos, sementara yang anorganik bisa dikerjasamakan dengan bank sampah di wilayah,” jelasnya.

Menurut Asep, program ini juga sejalan dengan komitmen Wali Kota Cimahi yang sangat konsen terhadap persoalan sampah. Mengingat sampah merupakan persoalan yang kompleks dan dihasilkan setiap hari, maka penanganannya harus dimulai dari rumah tangga sebagai sumber utama.

“Sampah ini masalah yang pelik dan rumit karena setiap hari terus bertambah. Maka memang harus dari rumah, dari hulu, dilakukan pemilahan agar proses pengolahannya lebih mudah,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan tempat tinggal dengan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk mendukung keberlangsungan serta pembentukan Bank Sampah Unit di setiap RW agar pengelolaan sampah bisa lebih terpadu dan terkendali.

“Hayu sama-sama jaga lingkungan tempat tinggal kita. Pilah sampah organik dan nonorganik dari rumah, dukung lahirnya BSU di masing-masing RW. Supaya pengelolaan sampah lebih tertata, Cimahi bisa menjadi kota yang lebih bersih, indah, dan berhasil dalam pengolahan sampah,” ungkapnya.

Diketahui, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia menilai pengelolaan sampah di Kota Cimahi relatif baik dan menjadi salah satu daerah yang paling cepat bergerak dibandingkan wilayah lain di Bandung Raya.

Sementara itu, Ketua RT 07 RW 02 Kompleks Nata Endah, Kelurahan Cibabat, Budhi Affiatin, mengatakan pengolahan sampah berbasis rumah tangga telah mulai diterapkan oleh warganya melalui program magotisasi dan pembentukan Bank Sampah Unit.

“Kami terus memotivasi warga agar mau memilah sampah dari rumah dan menghadirkan BSU-BSU di lingkungan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....