Siapkan BRT LRT, Review Jalur Angkot Urai Kemacetan

  • 24 Jan 2026 10:36 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengurai kemacetan yang kian kompleks di wilayah perkotaan. Salah satu fokus utama yang tengah dilakukan adalah melakukan peninjauan ulang terhadap operasional angkutan kota (angkot), termasuk jalur dan trayeknya, agar dapat difungsikan sebagai feeder dalam sistem transportasi massal yang lebih terintegrasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadirkan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung. Menurutnya, kehadiran BRT membutuhkan penataan ulang transportasi eksisting agar saling terhubung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kalau bicara soal kendaraan dan kemacetan, kami sedang menyiapkan beberapa program. Dalam waktu dekat, akan ada program dari Dinas Perhubungan Jawa Barat terkait Trans Metro Pajajaran. Selain itu, kita juga akan melakukan review ulang terhadap angkot dan jalur angkot di Kota Bandung yang nantinya akan menjadi feeder. Ini bagian dari upaya kita mempersiapkan hadirnya BRT,” ujar Farhan, Sabtu, 24 Januari 2026.

Baca juga:Polda Jabar Kirim Tim DVI, Identifikasi Korban Longsor KBB

Farhan menjelaskan, sistem BRT yang direncanakan akan melayani koridor utama dari arah timur ke barat Kota Bandung. Dengan dukungan angkot sebagai feeder, diharapkan mobilitas warga dapat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih efisien dan terjadwal.

Tak hanya BRT, Pemkot Bandung juga mulai menghidupkan kembali wacana pembangunan Light Rail Transit (LRT). Farhan mengaku telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian, untuk menanyakan peluang pembangunan LRT Bandung Jalur Utara–Selatan.

“Saya juga sudah mulai menanyakan kembali ke Dirjen Kereta Api soal kemungkinan pembangunan LRT Bandung jalur utara–selatan. Kalau BRT itu timur ke barat, maka LRT ini diharapkan bisa melayani jalur utara ke selatan. Dua-duanya saya harapkan bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Selain penguatan transportasi massal, Pemkot Bandung bersama pemerintah pusat juga membahas solusi infrastruktur untuk mengurangi titik-titik kemacetan kronis. Salah satunya adalah rencana pembangunan jalan layang (flyover) tambahan, terutama di lokasi perlintasan sebidang dengan jalur kereta api.

“Bersama pemerintah pusat, kami juga sedang membahas dua hal penting. Salah satunya kemungkinan membangun lebih banyak jalan layang, terutama di atas perlintasan sebidang rel kereta api. Saat ini kita masih membutuhkan sekitar delapan flyover lagi,” ungkapnya.

Ia berharap, berbagai langkah tersebut dapat berjalan paralel dan saling mendukung, sehingga sistem transportasi di Kota Bandung menjadi lebih terintegrasi, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

" menargetkan penataan transportasi ini tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga perkotaan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....