Pemkot Bandung Rapikan Kawasan Simpang Lima jelang Festival Asia Afrika

  • 10 Jul 2026 14:58 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai melakukan penataan ringan di kawasan Simpang Lima sebagai persiapan menyambut Festival Asia Afrika yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026. Langkah ini dilakukan untuk mempercantik wajah salah satu kawasan ikonik Kota Bandung sekaligus menjadi tahap awal sebelum penataan menyeluruh dilaksanakan.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan perapihan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Menurutnya, momentum Festival Asia Afrika dimanfaatkan untuk memperbaiki tampilan kawasan sekaligus menghitung kebutuhan penataan Simpang Lima di masa mendatang.

‎"Kita memberikan perapihan ringan di daerah Simpang Lima karena akan ada Festival Asia Afrika. Sekalian saya sedang menghitung kira-kira apa yang harus dilakukan untuk bisa membereskan Simpang Lima yang merupakan salah satu ikon penting di Kota Bandung," ujar Farhan, Jumat 10 Juli 2026.

‎‎Farhan menjelaskan, penataan secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena kawasan tersebut berada di koridor proyek Bus Rapid Transit (BRT). Ruas Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Asia Afrika akan ditata bersamaan dengan pembangunan transportasi massal tersebut.

‎‎"Pengennya dari tahun kemarin kita bereskan, tetapi tidak bisa karena ruas Ahmad Yani sampai Asia Afrika adalah ruas on corridor BRT. Jadi kami harus mengerjakan beres-beresnya itu bersamaan dengan proyek pengerjaan BRT," katanya.


‎‎Dalam penataan sementara, Pemkot juga memberikan perhatian terhadap bangunan cagar budaya di sekitar Simpang Lima, seperti Gedung Pensil dan Gedung Vigano. Kedua bangunan tersebut dinilai memiliki nilai sejarah yang harus tetap dijaga.

‎"Yang pertama kan Gedung Pensil ini cagar budaya. Terus Gedung Vigano ini juga cagar budaya. Gedung Vigano punya swasta, yang Gedung Pensil ini punya BUMN," ucapnya.

‎‎Menurut Farhan, langkah awal yang dilakukan adalah memperbaiki tampilan bagian depan bangunan agar kawasan terlihat lebih rapi dan menarik. Selain itu, pemerintah juga membersihkan sejumlah titik yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal tunawisma dan gelandangan.

‎‎"Yang penting touch up depannya rapi dulu. Kemudian tidak menjadi tempat tinggal para homeless dan gepeng. Karena jorok sekali, ini lagi kita bersihkan semuanya," katanya.

‎‎Sebagai pelengkap, Pemkot Bandung juga akan menambah fasilitas pendukung bagi masyarakat. Beberapa titik trotoar di kawasan Simpang Lima akan dilengkapi kursi untuk bersantai serta lampu dekoratif guna menciptakan suasana yang lebih nyaman pada malam hari.

‎‎"Itu hanya untuk sentuhan ringan. Jadi beberapa titik trotoar di Simpang Lima ini akan kita berikan kursi, tempat duduk untuk menikmati pemandangan kota. Nanti kita pasang beberapa lampu dekoratif," ucapnya.

‎Selain itu, pemerintah juga akan menertibkan sejumlah elemen yang dinilai mengganggu keberadaan bangunan cagar budaya, termasuk sebuah tiang reklame yang menempel pada salah satu gedung bersejarah.

‎"Ada satu tiang reklame yang kayaknya harus kita potong. Melekat ke gedung cagar budaya, jadi harus hati-hati sekali kita memotongnya," tuturnya.

‎Sementara itu, untuk mendukung kelancaran Festival Asia Afrika, Pemkot Bandung telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan pusat kota. Pengaturan arus kendaraan akan diberlakukan di kawasan Jalan Naripan, Jalan Sunda, Jalan Asia Afrika, Jalan Sukarno, hingga Jalan Braga.

‎‎"Besok itu akan ada rekayasa lalu lintas, khususnya mulai dari Jalan Naripan, Jalan Sunda satu jalur. Kemudian Asia Afrika, masuk ke Jalan Sukarno sampai ke Jalan Braga," jelasnya.

‎‎Farhan juga mengimbau masyarakat yang akan menghadiri Festival Asia Afrika agar memanfaatkan lokasi parkir resmi yang telah disediakan di sekitar kawasan Cikapundung dan Naripan.

‎‎Ia menegaskan, Pemkot Bandung akan menindak tegas praktik parkir liar maupun pungutan tidak resmi selama penyelenggaraan festival berlangsung.

‎"Parkir liar. Seperti saya janjikan, apabila ada parkir liar kita langsung sikat. Apabila ada yang ngetok, kita langsung sikat juga," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....