Diky Bahas Peran Strategis Kota Tasikmalaya di Kementerian

  • 23 Jan 2026 15:51 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra menemui Kementrian Kebudayaan, Kamis 22 Januari 2026. Agenda pertemuan ini semula dijadwalkan bertemu dengan Wakil Menteri Pariwisata untuk membahas sarana dan prasarana kebudayaan, termasuk kondisi gedung kesenian.

“ Tapi agenda itu diundur karena Wamenpar dipanggil DPR RI. Tapi tetap bertemu Dirjen Kebudayaan. Bahkan kami dipanggil langsung oleh Menteri Kebudayaan, Pak Fadli Zon ke ruangan baru menteri,” kata Diky, Jumat 23 Januari 2026.

Dalam pertemuan itu, Diky yang ditemani anggota DPD RI, Alfiansyah Komeng, dan didampingi Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya, menyampaikan sejumlah isu strategis, salah satunya Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya. Ia mengatakan, kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Tasikmalaya telah selesai dan kini menunggu proses lanjutan di tingkat provinsi dan pusat agar Tugu Koperasi dapat ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

Diky juga menyampaikan, posisi Kota Tasikmalaya sebagai pusat aktivitas wilayah Priangan Timur. Menurutnya, Kota Tasikmalaya menjadi tumpuan kabupaten dan kota di sekitarnya, khususnya dalam pengembangan seni dan budaya.

“Kami sampaikan kondisi gedung kesenian, GCC, serta potensi seni budaya Kota Tasikmalaya yang butuh dukungan sarana. Termasuk usulan kawasan Cilembang, sebagai area seni pertunjukan, meski aset ini di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, namun dampaknya akan langsung dirasakan Kota Tasikmalaya,” katanya.

Baca juga : Bandung Sandang Predikat Kota Termacet di Indonesia

Diky juga berharap, agar Kementerian Kebudayaan dapat membantu pembangunan diorama sejarah dan budaya di Kota Tasikmalaya. Diorama tersebut diharapkan menjadi sarana pelestarian sekaligus destinasi wisata edukasi yang dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam kesempatan itu, Diky juga mengangkat potensi Gedung Creative Center (GCC) sebagai ruang pengembangan perfilman. Ia menyebut Dirjen Kebudayaan memiliki latar belakang kuat di bidang film dan seni pertunjukan.

“Bahkan sebelumnya kami sempat bersama Dirjen dan salah satu penggiat perfilman nasional, Manoj Punjabi. Mudah-mudahan setelah pertemuan ini, pengembangan potensi di wilayah kami akan berjalan cepat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....