Entaskan Putus Sekolah, Diky Candra Menilai Sekolah Swasta Bisa Menjadi Solusi
- 09 Jul 2026 16:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menilai, sekolah swasta bisa menjadi solusi dalam menekan angka putus sekolah. Termasuk menjawab keluhan sejumlah kepala sekolah SMK/ SMA swasta, dimana sekolah swasta kekurangan murid.
“Masalah tersebut sebetulnya sudah ada jawabannya dari gubernur Jabar. Dimana semua anak sekolah di Jabar “kudu sakola” (harus sekolah),” katanya, Kamis 9 Juli 2026.
Artinya lanjut Diky, angka putus sekolah yang masih terbilang tinggi harus tertangani, dan kebetulan disisi lain, banyak SMK swasta yang kekurangan murid yang harus ada jalan keluar.” Dari dua permasalahan ini dapat dicarikan satu solusi yang tidak memberikan masalah baru,” ujarnya.
Solusi itu lanjut Diky, adalah dengan menyelamatkan mereka yang beresiko putus sekolah, baik karena alasan biaya atau karena ingin segera bekerja membantu orang tua, agar tetap bisa bersekolah di SMK swasta yang kekurangan murid baru. Tentunya kata Diky, dengan model dan metode yang bisa menjadi solusi tanpa melanggar aturan kurikulum yang berlaku.
Wakil walikota Tasikmalaya juga mengatakan, jika model sekolah seperti ini bisa berjalan selain menjadi solusi, juga tidak akan membebani anggaran pemerintah kota Tasikmalaya. “Ya karena Gubernur Jawa Barat sendiri, sudah mempunyai program bantuan untuk SMK swasta,” katanya.
Bahkan kata Diky, model sekolah seperti ini juga menjadi langkah baru untuk inovasi model pembelajaran di SMK swasta khususnya di kota Tasikmalaya. Tentunya dengan adanya pembekalan kewirausahaan dan “life skill” yang cocok dan sesuai dengan minat dan kebutuhan para murid.
“Nanti program ini bisa dimatangkan lagi dengan melibatkan pihak- pihak yang terkait. Baik dari unsur pemerintahan atau dari kalangan dunia usaha dan industri,” ucapnya.
Diky berharap, pihak SMK swasta dan SMP bisa bekerja sama untuk bertukar informasi. Sehingga saat penerimaan siswa baru, informasi tentang lulusan siswa dapat diketahui dengan baik.
“Secara langsung memang bukan tugas pokok fungsi saya sebagai wakil walikota. Namun ini bisa menjadi solusi penanganan kemiskinan akibat pengangguran yg terdampak dari dunia pendidikan,” katanya mengakhiri.
[
Sebelumnya dalam sejumlah kesempatan, Wakil Walikota Tasikmalaya menerima keluhan dari beberapa kepala sekolah SMK swasta di Kota Tasikmalaya terkait anjloknya minat peserta didik baru yang melanjutkan ke SMK swasta. Padahal, dalam kesempatan yang berbeda, Ia juga menerima informasi tentang tingginya angka putus sekolah di kota Tasikmalaya serta angka pengangguran terbuka yang didominasi oleh lulusan SMA/SMK.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....