Disdik Perkuat Penguatan Karakter Siswa Cegah Radikalisme

  • 19 Nov 2025 15:30 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung terus memperkuat program penguatan karakter bagi peserta didik sebagai langkah strategis dalam mencegah paparan radikalisme di lingkungan sekolah. Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Aseful Gufron, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir siswa, terutama bagi mereka yang masuk kelompok rentan.

“Saat ini, penanganannya dilakukan melalui penguatan karakter di sekolah. Program itu melibatkan kegiatan bela negara sebagai upaya memberikan pencerahan kepada peserta didik, terutama mereka yang rentan,” ujar Asep, Rabu (19/11/2025). Ia menjelaskan bahwa program ini melibatkan TNI-Polri sebagai mitra dalam memberikan edukasi tentang nasionalisme, tanggung jawab, serta pemahaman mendalam mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setiap sekolah di Kota Bandung juga diwajibkan melaksanakan kegiatan penguatan karakter secara rutin beberapa kali dalam setahun untuk merefresh pemikiran dan perilaku siswa. Selain pembinaan, setiap sekolah memiliki tim khusus yang memantau perilaku serta ruang gerak siswa selama berada di lingkungan sekolah.

Baca juga:Job Fair 2025, Targetkan 5.000 Pencari Kerja

Asep menekankan bahwa pengawasan di luar sekolah menjadi tanggung jawab keluarga, namun sekolah tetap berupaya maksimal menanamkan nilai-nilai positif dan mendasar pada setiap peserta didik. “Ke depannya, pola pembelajaran akan lebih mendorong anak untuk aktif bertanya dan berdiskusi, bukan hanya diam. Dengan cara ini, guru bisa mengetahui pikiran dan aktivitas anak,” katanya.

Asep juga menyinggung salah satu contoh kasus di SMPN 2 Kota Bandung, di mana seorang siswa yang sempat terpengaruh lingkungan negatif berhasil dibina melalui pendampingan guru dan tim psikolog Disdik agar tidak memberi dampak buruk pada teman-temannya.

Selain pembinaan karakter, asesmen psikologi rutin dilakukan guna mendeteksi kondisi mental dan emosional siswa sejak dini. “Hasil asesmen disampaikan kepada sekolah, guru dan orang tua agar mereka lebih mencermati perkembangan anak-anak,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....