SMPN 2 Ngamprah Jadi Prioritas, Tiga Ruang Kelas Ditargetkan Direhabilitasi Tahun

  • 20 Agt 2026 18:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi bangunan SMP Negeri 2 Ngamprah yang mengalami sejumlah kerusakan. Tiga ruang kelas menjadi prioritas rehabilitasi pada tahun ini.

Langkah tersebut dilakukan setelah kondisi sarana dan prasarana sekolah menjadi perhatian publik. Pemkab KBB melalui Dinas Pendidikan kini menyiapkan skema anggaran agar perbaikan terhadap ruang kelas yang paling membutuhkan penanganan dapat segera dilakukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan KBB Edy Syafrudin mengatakan, rehabilitasi tiga ruang kelas merupakan arahan langsung Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.

"Pak Bupati Bandung Barat juga menyarankan atau memerintahkan kepada kami untuk merehabilitasi tiga ruang kelas yang ada di SMP ini," ujar Edy, Kamis 20 Agustus 2026.

Menurut Edy, Disdik KBB tengah mempertimbangkan pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat proses rehabilitasi. Opsi tersebut dipilih karena kebutuhan perbaikan dinilai cukup mendesak dan tidak ideal jika harus menunggu mekanisme penganggaran reguler.

Namun, penggunaan BTT tetap membutuhkan persetujuan pimpinan. Jika skema tersebut tidak dapat ditempuh, Disdik akan mengupayakan rehabilitasi melalui anggaran perubahan pada tahun berjalan. "Jika tidak disetujui, rehabilitasi tetap diupayakan melalui jalur anggaran perubahan tahun berjalan," katanya.

Edy menjelaskan, kondisi bangunan SMPN 2 Ngamprah secara umum masuk kategori kerusakan sedang. Meski demikian, titik kerusakan tersebar cukup luas sehingga penanganan membutuhkan perencanaan yang lebih komprehensif.

Sejumlah persoalan yang ditemukan antara lain plafon rusak, permukaan lantai yang tidak rata serta bagian tembok yang mengalami keretakan. Kondisi tersebut membuat perbaikan rutin dinilai belum cukup untuk menyelesaikan persoalan secara keseluruhan.

"Secara keseluruhan, kondisi sarana dan prasarana SMPN 2 Ngamprah dikategorikan dalam tingkat kerusakan sedang namun cakupannya cukup luas, sehingga perbaikan bertahap saja belum mampu menyelesaikan masalah secara menyeluruh," ujarnya.

Di sisi lain, Disdik KBB telah menyiapkan langkah jangka panjang melalui usulan revitalisasi sekolah. Usulan tersebut telah diajukan sejak akhir tahun lalu dan mencakup 29 ruang kelas.

"Kami di akhir tahun kemarin sudah mengusulkan revitalisasi untuk SMPN 2 Ngamprah, bahkan ada 29 ruang kelas yang kita usulkan. Oleh Kementerian Pendidikan sudah diverifikasi. Saat ini kami tinggal menunggu apakah disetujui atau tidak," tuturnya.

Jika disetujui, program revitalisasi diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang sehingga penanganan tidak berhenti pada perbaikan sebagian bangunan. Revitalisasi juga diharapkan mampu memperbaiki kondisi sekolah secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Sambil menunggu kepastian program tersebut, Disdik KBB memastikan penanganan tetap berjalan. Perbaikan akan dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan mendahulukan bagian bangunan yang kondisinya paling membutuhkan intervensi.

"Perlu diketahui, kami di Disdik Bandung Barat tidak tinggal diam melihat kondisi SMPN 2 Ngamprah. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kerusakan yang paling mendesak demi memastikan kegiatan belajar mengajar siswa tetap berjalan dengan aman dan nyaman," tegas Edy.

Dengan langkah tersebut, Pemkab KBB berharap kebutuhan mendesak di SMPN 2 Ngamprah dapat segera ditangani sembari menunggu keputusan pemerintah pusat terkait usulan revitalisasi 29 ruang kelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....