NPCI Jabar Perkuat Kompetensi Pelatih jelang Peparda 2026
- 19 Agt 2026 14:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - NPCI Jawa Barat terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya para pelatih, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pembinaan atlet disabilitas secara berkelanjutan. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penataran dan pelatihan kondisi fisik bagi pelatih NPCI kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Sekretaris Umum NPCI Jawa Barat, Andi Supriadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Bidang Prestasi NPCI Jawa Barat. Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman para pelatih mengenai pentingnya kondisi fisik dalam menunjang perkembangan kemampuan atlet.
"Agenda pada hari ini penataran pelatihan fisik merupakan bagian daripada program kerja Bidang Prestasi NPCI Jawa Barat," kata Andi Supriadi.di Hotel El Cavana,Jalan Pasirkaliki,Kota Bandung.Rabu 19 Agustus 2026.
Menurut Andi, setiap NPCI kabupaten dan kota di Jawa Barat mengirimkan dua orang pelatih untuk mengikuti kegiatan tersebut. Peserta yang hadir diharapkan dapat membawa pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk diterapkan dalam proses pembinaan atlet di daerah masing-masing.
"Di pelatihan ini, utusan pelatih tiap kota dan kabupaten se-Jawa Barat masing-masing dua orang. Mudah-mudahan para pelatih di daerahnya masing-masing bisa mengaplikasikan teori tentang bagaimana atlet-atlet NPCI Jawa Barat mempunyai fisik yang kuat," ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi fisik menjadi salah satu fondasi penting dalam pembinaan atlet. Dengan kebugaran dan kekuatan fisik yang baik, atlet diharapkan mampu mengembangkan aspek teknik maupun mental secara lebih optimal saat menjalani latihan dan pertandingan.
Andi menambahkan, kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan persiapan menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2026 yang akan berlangsung di Kota Bandung. Karena itu, hasil pelatihan diharapkan dapat segera diterapkan oleh para pelatih di daerah.
"Mudah-mudahan ini juga menjadi bahan bagi para pelatih se-Jawa Barat supaya bisa mengaplikasikan di daerahnya masing-masing dalam rangka persiapan Peparda 2026 di Kota Bandung," katanya.
Dari sisi materi, pelatihan tersebut menghadirkan tiga pemateri yang seluruhnya berasal dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Sementara itu, cabang olahraga peserta tidak dibatasi pada cabor tertentu, selama peserta memiliki dasar sebagai pelatih di daerah masing-masing.
"Pesertanya masing-masing kota dan kabupaten mengutus dua orang pelatih. Untuk cabornya bebas, yang terpenting mereka basic-nya adalah pelatih di daerahnya masing-masing," tutur Andi.

Program peningkatan kapasitas pelatih NPCI Jawa Barat tidak berhenti pada pelatihan kondisi fisik. Setelah agenda tersebut, NPCI Jawa Barat akan menggelar workshop pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 yang membahas penyusunan program kerja kepelatihan bagi para pelatih.
"Setelah kegiatan ini, nanti tanggal 31 Agustus sampai 1 September ada workshop bagi para pelatih se-Jawa Barat, bagaimana menyusun program kerja melatih di daerahnya masing-masing," jelasnya.
Selanjutnya, pada September 2026, NPCI Jawa Barat juga akan melaksanakan pelatihan klasifikasi. Dengan demikian, terdapat tiga agenda besar Bidang Prestasi NPCI Jawa Barat menjelang Peparda, yakni pelatihan kondisi fisik, workshop penyusunan program kerja pelatih, serta pelatihan klasifikasi.
Andi menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyetarakan kualitas pembinaan di seluruh NPCI kabupaten dan kota. Dalam jangka panjang, NPCI Jawa Barat menargetkan lahirnya pelatih yang memiliki kompetensi dan lisensi serta secara khusus memahami karakteristik pembinaan atlet disabilitas.
"Ujung-ujungnya mungkin kita akan mengaplikasikan Keputusan Menteri Olahraga, di mana para pelatih itu harus mempunyai lisensi. Harapan terbesar ke depannya kita punya para pelatih yang khusus menangani atlet-atlet NPCI atau atlet-atlet disabilitas," ungkapnya.
Menurut Andi, pengembangan kompetensi pelatih nantinya juga akan diarahkan berdasarkan cabang olahraga. Tujuan akhirnya adalah mempersiapkan sistem kepelatihan jangka panjang untuk menghadapi berbagai ajang nasional, termasuk Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas).
"Goal-nya, ending-nya adalah bagaimana kita nanti di Pelatda jangka panjang untuk persiapan Peparnas, para pelatih itu sudah mengenal tentang kepelatihan di NPCI," pungkas Andi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....