DPRD Kota Bandung Dukung Anggaran Peparda Demi Gelar Juara Umum
- 10 Agt 2026 13:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Komisi IV DPRD Kota Bandung menyatakan komitmennya untuk mendukung persiapan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026. Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung yang tengah mempersiapkan atlet untuk berlaga pada ajang olahraga disabilitas tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si., mengatakan kondisi efisiensi anggaran yang cukup ekstrem memang menjadi perhatian berbagai pihak. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat persiapan Kota Bandung sebagai tuan rumah maupun target prestasi yang ingin dicapai.
“Memang efisiensi ekstrem ini membuat khawatir semua pihak. Barusan kami menerima saudara-saudara dari KONI, sekarang ada dari NPCI. Apalagi Peparda VII ini Kota Bandung menjadi tuan rumah, sehingga harus mendapatkan perhatian bersama,” ujar Iman.di Gedung DPRD kota Bandung,Senin 10 Agustus 2026.

Menurut Iman, kedatangan NPCI Kota Bandung ke DPRD dinilai tepat karena pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 akan segera memasuki tahapan pembahasan. Ia menyebut pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (R-KUPA) menjadi salah satu tahapan penting sebelum APBD Perubahan ditetapkan.
“Kita akan dukung maksimal. Ini momen yang pas datang ke sini karena timeline-nya pekan depan mungkin kami akan membahas APBD perubahan. R-KUPA-nya dulu, kemudian APBD perubahannya kurang lebih September,” katanya.
Iman berharap proses pembahasan anggaran dapat berjalan sesuai jadwal sehingga apabila terdapat tambahan anggaran yang dibutuhkan, pelaksanaannya bisa segera dilakukan sebelum Peparda digelar pada November 2026. Dengan demikian, kebutuhan kontingen maupun penyelenggaraan sebagai tuan rumah dapat dipersiapkan secara maksimal.
“Kalau Oktober bisa dilaksanakan dan ada tambahan anggaran yang sesuai harapan, maka untuk pelaksanaan November bisa maksimal. Kami belum bisa menjanjikan apa-apa, tetapi secara komitmen teman-teman di Komisi IV akan membantu memperjuangkannya,” tegas Iman.
Ia berharap Peparda VII Jawa Barat 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga bagi atlet disabilitas, tetapi juga menjadi momentum yang mampu membangkitkan kebanggaan masyarakat Kota Bandung. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan dan prestasi atlet harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Harapannya event Peparda ini menjadi kebanggaan warga Kota Bandung dan Jawa Barat. Semua pihak datang ke sini, kemudian Kota Bandung bisa juara. Insya Allah,” ujarnya.
Iman juga menyinggung sejarah prestasi Kota Bandung pada ajang Peparda. Dari empat penyelenggaraan awal, Kota Bandung tercatat mampu menjadi juara, sebelum kemudian mengalami penurunan prestasi pada edisi berikutnya. Karena itu, status sebagai tuan rumah Peparda VII menjadi momentum untuk kembali membangun kejayaan olahraga disabilitas Kota Bandung.
“Ini kan Peparda yang ketujuh. Pada Peparda satu, dua, tiga, empat, Kota Bandung juara. Kemudian ada tren turun. Nah, harapannya kemarin menjadi semacam shock therapy dan mudah-mudahan kita bisa mempertahankan lagi, apalagi sekarang menjadi tuan rumah,” kata Iman.

Menurutnya, dukungan terhadap atlet disabilitas tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas. Konsep pentahelix dinilai menjadi salah satu pendekatan yang tepat untuk menggalang dukungan tersebut.
“Dukungan ini tidak bisa satu pihak. Pak Wali Kota harus mendukung, begitu juga warga Kota Bandung. Kita harus menjadi influencer untuk semuanya agar semua merasa memiliki dan memiliki empati. Sponsorship juga terbuka, karena sekarang eranya pentahelix,” tuturnya.
Iman menilai atlet disabilitas memiliki semangat perjuangan yang patut mendapatkan apresiasi lebih besar. Ia berharap persiapan Peparda yang lebih baik dapat mengetuk hati masyarakat sehingga perhatian terhadap olahraga disabilitas semakin meningkat dan pada akhirnya memberikan motivasi tambahan bagi para atlet.
“Ini menjadi kebanggaan karena atletnya adalah saudara-saudara kita yang istimewa dan berkebutuhan khusus. Sering kali di lapangan tidak terlalu meriah dan menjadi perhatian bersama. Mudah-mudahan dengan persiapan yang lebih baik bisa mengetuk hati warga Kota Bandung. Kalau sudah menjadi kebanggaan, tentu akan memotivasi semangat para atlet kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, mengaku lega setelah mendapatkan dukungan dari Komisi IV DPRD Kota Bandung. Ia mengatakan kedatangan NPCI ke DPRD juga dilatarbelakangi kegelisahan para atlet dan pelatih yang telah menjalani program pemusatan latihan cabang (Platcab) selama enam bulan, tetapi belum mendapatkan honor.
“Alhamdulillah, setelah diterima di sini kami merasa lega. Kami datang juga karena ada kegalauan dari atlet. Di Platcab ini kami sudah melaksanakan program selama enam bulan, tetapi honor belum ada,” ujar Yadi.
Yadi berharap dukungan Komisi IV DPRD Kota Bandung dapat menjadi bagian dari perjuangan agar kebutuhan anggaran NPCI masuk dalam APBD Perubahan 2026. Menurutnya, kepastian dukungan anggaran sangat penting untuk menjaga semangat atlet dan pelatih sekaligus memastikan persiapan menuju Peparda VII berjalan optimal.
“Kami mendorong agar anggaran di ABT nanti bisa dimaksimalkan. Alhamdulillah, dari Komisi IV sudah memberikan dukungan. Ini akan kami sampaikan kepada atlet dan seluruh pelatih agar mereka kembali bersemangat. Harapan kami, di Peparda nanti Kota Bandung bisa menjadi juara umum,” pungkas Yadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....