Atlet Pasundan Muay Thai Academy Raih Sembilan Medali Kejurnas di Kota Bekasi
- 10 Agt 2026 11:45 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Atlet Pasundan Muay Thai Academy berhasil membawa sembilan medali dari ajang Indonesia Muay Thai Championship tingkat nasional di Kota Bekasi pada 4–9 Agustus 2026. Sembilan atlet dibawah naungan Pengcab Muay Thai Indonesia Kabupaten Tasikmalaya itu, berhasil membawa 2 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu.
Sembilan atlet asal Kabupaten Tasikmalaya itu turun di sejumlah kelas pertandingan dan kategori seni yang telah dipersiapkan selama masa latihan. Dua medali emas menjadi pencapaian tertinggi bagi kontingen Pasundan Muay Thai Academy.
Medali emas pertama dipersembahkan Bilqis Ufaira Elfina, siswi SMPN 2 Kota Tasikmalaya, yang tampil di kelas 34 kilogram. Bilqis berhasil mengakhiri pertandingan dengan kemenangan Technical Knockout (TKO) pada ronde pertama.
Medali emas kedua diraih Muhammad Dimas Abdul Fatah, siswa SMPN 1 Singaparna, yang bertanding di kelas 32 kilogram. Dimas juga tampil impresif dengan mengakhiri pertandingan melalui kemenangan TKO pada ronde kedua.
Selain dua medali emas, perjuangan para atlet Tasikmalaya juga menghasilkan tiga medali perak. Sonya Nur Aulia Rahmayanti, siswi SMAN 1 Singaparna, berhasil meraih medali perak pada kelas 45 kilogram. Medali perak lainnya dipersembahkan Satrio Bayu Sakti pada kelas 60 kilogram.
Adapun empat medali perunggu masing-masing dipersembahkan oleh Muhammad Rifdal Hermansyah dan Haikal Akbar Riziq, keduanya merupakan mahasiswa STT Cipasung. Dua medali perunggu lainnya diraih Ira Purwanti pada kelas 57 kilogram dan Dila Zaskia Sofyanti pada kategori tanding 45 kilogram.
Sementara itu, pasangan Sonya Nur Aulia Rahmayanti dan Dila Zaskia Sofyanti kembali menyumbangkan medali perak melalui kategori seni Muay Boran. Sedangkan kategori seni Wai Khruu, Bilqis Ufaira Elfina juga tampil dan berhasil menempati peringkat kelima nasional.
Ketua Pengcab Muaythai Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, Adi Septian Nugraha, mengatakan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses latihan panjang yang telah dilakukan para atlet. Menurutnya, sebelum tampil di Kejurnas, para atlet menjalani persiapan secara maksimal selama kurang lebih empat bulan lamanya.
Selain meningkatkan kemampuan teknik, fisik, dan mental, para atlet juga harus menjaga kondisi serta berat badan agar sesuai dengan kelas pertandingan masing-masing. "Untuk bisa berangkat ke event besar skala nasional tersebut, mereka berlatih secara maksimal selama kurang lebih empat bulan lamanya. Selain itu, mereka juga harus berjuang menurunkan serta menjaga berat badan agar bisa tetap bertahan pada kategori kelas yang dipertandingkan," katanya.
Adi bersyukur, seluruh atlet yang berangkat mampu mempersembahkan medali meskipun tidak semuanya berhasil meraih emas. “Alhamdulillah hasil yang diberikan semua atlet yang berangkat ke Kejurnas ini bisa membawa medali. Kendatipun tidak semua bisa meraih medali emas, tentunya itu merupakan bukti dari hasil kerja keras mereka serta tim pelatih yang menggembleng mereka sebelum keberangkatan.” ujarnya.
Sedangkan, dengan perolehan sembilan medali di Kejurnas ini sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi Pengcab Muaythai Indonesia Kabupaten Tasikmalaya dalam menghadapi Porprov XV Jabar 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada awal November mendatang. Hasil di Kota Bekasi menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat sejauh mana kesiapan atlet sekaligus menjadi modal penting menghadapi persaingan di ajang Porprov Jabar.
Sepulang dari Kejurnas, jajaran pelatih dan pengurus akan melakukan evaluasi terhadap seluruh penampilan atlet. Intensitas latihan juga akan ditingkatkan sebelum memasuki program training center (TC) bagi atlet yang diproyeksikan memperkuat Kabupaten Tasikmalaya pada Porprov XV Jabar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....