B-Blade Bandung Konsisten Cetak Atlet Sepatu Roda Berprestasi
- 26 Jun 2026 05:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Komunitas sepatu roda B-Blade terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pusat pembinaan atlet sepatu roda di Kota Bandung. Di tengah pesatnya perkembangan berbagai cabang olahraga modern, komunitas yang telah berdiri sejak pertengahan 1990-an ini tetap menjadi wadah positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat sekaligus menyalurkan energi melalui kegiatan olahraga yang terarah.
Head Coach B-Blade, Erik Nurmansyah, menjelaskan komunitas tersebut berawal dari kelompok pecinta sepatu roda yang rutin berlatih di kawasan Balai Kota Bandung. Dari lokasi latihan tersebut kemudian lahir nama B-Blade yang diyakini merupakan singkatan dari Balai Kota Blade atau Bandung Blade. Hingga kini, komunitas tersebut terus berkembang dengan fokus utama pada pembinaan atlet.
“Awalnya kami komunitas yang berlatih di Balai Kota Bandung. Dari situlah nama B-Blade muncul. Sampai sekarang kami terus berkembang dan fokus pada pembinaan atlet sepatu roda,” ujar Erik, Kamis, 25 Juni 2026.
Perjalanan panjang B-Blade tidak hanya sebatas sebagai komunitas olahraga rekreasi. Selama lebih dari tiga dekade, klub ini telah berperan besar dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Bandung dan Jawa Barat di berbagai kejuaraan. B-Blade bahkan pernah menjadi salah satu kekuatan utama cabang olahraga sepatu roda pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) maupun seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Menurut Erik, sejumlah atlet binaan B-Blade berhasil membawa Kota Bandung meraih gelar juara umum pada berbagai kompetisi tingkat daerah. Ia juga mengungkapkan bahwa lintasan sepatu roda di kawasan Taman Saparua yang saat ini digunakan sebagai tempat latihan pernah dimanfaatkan oleh atlet nasional untuk menjalani program pelatihan.
“Alhamdulillah dulu kami bisa meraih juara umum. Trek yang ada sekarang juga pernah digunakan atlet pelatnas untuk berlatih,” katanya.
Saat ini, B-Blade memiliki sekitar 80 atlet dan anggota aktif. Mayoritas berasal dari Kota Bandung, namun terdapat pula peserta yang datang dari daerah sekitar seperti Cimahi dan Sumedang. Kehadiran anggota dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa komunitas ini masih menjadi salah satu tujuan utama bagi masyarakat yang ingin menekuni olahraga sepatu roda secara serius.
Dalam proses pembinaan, B-Blade menerapkan sistem pelatihan bertahap yang disesuaikan dengan usia serta kemampuan peserta. Anak-anak berusia empat tahun sudah diperbolehkan bergabung selama kondisi fisik dan kekuatan pergelangan kaki mereka dinilai cukup untuk menggunakan sepatu roda dengan aman.
Materi latihan dimulai dari kemampuan dasar seperti berdiri, menjaga keseimbangan, berjalan, hingga teknik meluncur. Setelah menguasai tahapan awal tersebut, peserta akan memasuki level lanjutan yang lebih menitikberatkan pada pengembangan teknik, peningkatan kecepatan, serta daya tahan fisik untuk menghadapi berbagai nomor perlombaan.
“Kami mengajarkan dari nol. Anak-anak belajar berdiri, berjalan, menjaga keseimbangan lalu masuk ke teknik dasar dan kecepatan. Untuk atlet yang sudah mahir fokusnya pada speed dan endurance karena nomor lomba ada yang sampai maraton,” jelas Erik.
Sebagai cabang olahraga yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap sesi latihan. Karena itu, B-Blade menerapkan pola pembinaan yang terstruktur dengan dukungan lima pelatih yang menangani kelompok usia dan tingkat kemampuan berbeda. Pendampingan tersebut dilakukan agar proses latihan berjalan aman sekaligus efektif.
Keberadaan B-Blade juga mendapat respons positif dari para orang tua yang ingin anak-anak mereka memiliki aktivitas produktif di luar sekolah. Tidak sedikit peserta yang awalnya bergabung hanya untuk berolahraga dan bersosialisasi, namun kemudian berkembang menjadi atlet yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan.
Ke depan, B-Blade menargetkan semakin banyak atlet binaannya yang dapat memperkuat Kota Bandung, Jawa Barat, hingga Indonesia di tingkat yang lebih tinggi. Untuk mewujudkan target tersebut, komunitas ini akan terus meningkatkan kualitas pembinaan serta memberikan kesempatan bertanding kepada para atlet muda.
“Target kami jelas yaitu prestasi. Kami ingin anak-anak yang berlatih di sini bisa menjadi atlet Kota Bandung, atlet Jawa Barat, bahkan atlet Indonesia,” tutur Erik.
Dalam waktu dekat, B-Blade dijadwalkan mengirimkan sejumlah atlet untuk mengikuti kejuaraan di Semarang, Malang, dan Bekasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi prestasi yang telah dibangun komunitas ini selama lebih dari 30 tahun. Bagi masyarakat yang ingin bergabung, B-Blade membuka pendaftaran dengan biaya Rp300.000 yang sudah termasuk tiga jersey resmi komunitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....