Dukungan Anggaran Diharapkan Dongkrak Persiapan NPCI Kota Bandung di Peparda
- 27 Agt 2026 18:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Menjelang pelaksanaan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026, kontingen NPCI Kota Bandung terus mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi persaingan antar kabupaten dan kota. Sejumlah program pembinaan telah dijalankan secara bertahap sebagai upaya memastikan atlet berada dalam kondisi terbaik saat pertandingan berlangsung.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) NPCI Kota Bandung, Taufik Hidayat, mengatakan persiapan kontingen hingga saat ini telah berjalan maksimal. Tahapan tersebut mencakup proses klasifikasi, seleksi, keabsahan atlet hingga pemusatan latihan yang menjadi bagian penting menuju Peparda VII 2026.
“Menjelang Peparda 2026, seluruh program persiapan sudah kami jalankan secara maksimal, mulai dari klasifikasi, seleksi, keabsahan sampai dengan pemusatan latihan,” ujar Taufik saat ditemui di Kantor NPCI Kota Bandung, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis 27 Agustus 2026.
Meski demikian, Taufik menilai dukungan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) masih sangat diperlukan untuk menjaga kesinambungan seluruh program. Menurutnya, pembinaan atlet disabilitas membutuhkan dukungan pemerintah agar kebutuhan latihan dan persiapan pertandingan dapat terpenuhi secara optimal.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kota Bandung, baik dari Pemkot maupun Dispora. Untuk menjalankan seluruh program, tentu segala sesuatunya harus didukung oleh pemerintah itu sendiri,” katanya.
Taufik menegaskan keterbatasan dukungan tidak menyurutkan tekad para atlet untuk memberikan penampilan terbaik. Ia menyebut kontingen Kota Bandung tetap memiliki motivasi tinggi untuk bersaing sekaligus mengejar target prestasi pada Peparda VII yang akan berlangsung di Kota Bandung.
“Kami memastikan motivasi kontingen tetap tinggi. Para atlet ingin tampil maksimal dan berusaha meraih gelar juara pada Peparda 2026,” tegasnya.

Semangat serupa terlihat dari atlet Blind Judo NPCI Kota Bandung yang tetap menjalani program latihan di tengah berbagai keterbatasan. Pelatih Blind Judo NPCI Kota Bandung, Wirya, mengatakan program latihan telah berlangsung sejak Juni dan sejauh ini para atlet menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi.
“Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, sejak bulan Juni kami sudah menjalankan program latihan sampai saat ini. Alhamdulillah, semangat dan motivasi dari para atlet cukup luar biasa,” kata Wirya.
Namun, Wirya mengingatkan dukungan terhadap atlet tidak hanya menyangkut motivasi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan teknis selama menjalani persiapan. Sarana, prasarana dan pembinaan menjadi sejumlah aspek yang dinilai penting untuk menjaga kualitas latihan sekaligus mempertahankan semangat atlet hingga hari pertandingan.
“Kami tentunya sangat membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, baik sarana, prasarana maupun pembinaan, agar tidak mengurangi sedikit pun semangat para pelatih dan atlet dalam meraih prestasi,” tegasnya.

Sementara itu, atlet Blind Judo NPCI Kota Bandung, Nurul Fadlilah, mengungkapkan masih terdapat sejumlah kebutuhan yang belum diterimanya sejak mengikuti pemusatan latihan pada awal Juni. Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapatkan perhatian dari pihak terkait.
“Benar seperti yang disampaikan pelatih saya, kami selalu semangat. Tetapi dalam latihan ada kebutuhan lain seperti insentif, gaji dan suplemen yang belum kami dapatkan sejak awal pemusatan latihan pada Juni,” ujar Nurul.
Nurul berharap Pemerintah Kota Bandung segera memberikan dukungan dan memenuhi kebutuhan atlet agar persiapan menghadapi Peparda VII 2026 dapat berjalan lebih baik. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan tersebut akan membantu atlet berkonsentrasi penuh menjalani latihan dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
Dukungan pemerintah terhadap atlet disabilitas juga mendapat perhatian dari aktivis olahraga, Suhendar. Ia menilai dukungan moral saja belum cukup untuk menunjang persiapan atlet, karena kebutuhan pembinaan membutuhkan dukungan nyata, terutama dalam aspek pendanaan.
“Dukungan dari pemerintah yang riil dalam bentuk finansial itu benar-benar diharapkan oleh teman-teman atlet,” kata Suhendar.
Suhendar berharap NPCI Kota Bandung segera melakukan mediasi dengan Pemerintah Kota Bandung untuk membahas secara langsung berbagai kebutuhan atlet dan kontingen. Ia menilai komunikasi antara kedua pihak penting dilakukan agar persoalan yang muncul selama masa persiapan dapat segera dicarikan solusi.
Menurut Suhendar, atlet seharusnya dapat memusatkan perhatian sepenuhnya pada latihan dan pertandingan tanpa terbebani persoalan kebutuhan dasar maupun biaya persiapan. Karena itu, dukungan anggaran yang tepat waktu dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesiapan sekaligus peluang NPCI Kota Bandung meraih prestasi pada Peparda VII Jawa Barat 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....