Liga Karate Antar Pelajar Seri Pertama Makin Kompetitif dan Merata

  • 31 Mei 2026 17:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pelaksanaan Liga Karate Antar Pelajar Seri 1 yang berlangsung selama tiga hari berhasil ditutup dengan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai jadwal dan mampu menghadirkan persaingan yang sehat di antara para atlet pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Ketua Panitia Pelaksana Liga Karate Antar Pelajar, Dadang Ginanjar, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, hingga hari terakhir pelaksanaan, seluruh pertandingan berlangsung aman dan tertib serta menghasilkan prestasi terbaik bagi para peserta.

"Alhamdulillah untuk pelaksanaan Liga Karate Antar Pelajar Seri 1 di hari terakhir ini semua berjalan lancar. Sampai hari ketiga ini kami tidak menemukan kendala yang berarti dan mudah-mudahan hasil yang diperoleh para atlet juga menjadi yang terbaik," ujar Dadang,di GOR Koni Kota Bandung.Minggu 31 Mei 2026.

Selain sukses dalam penyelenggaraan, Liga Karate Antar Pelajar Seri 1 tahun ini juga menghadirkan perubahan signifikan dalam peta persaingan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya klasemen juara umum relatif didominasi oleh tim-tim tertentu, kali ini terjadi pergeseran yang menunjukkan semakin ketatnya kompetisi di tingkat pelajar.

Dadang menjelaskan bahwa posisi juara umum pertama pada Seri 1 tahun ini berhasil diraih oleh Garut All Star. Sementara itu, posisi juara umum kedua ditempati oleh Grewal, sebuah tim yang baru tampil menonjol pada seri kali ini. Di posisi berikutnya, GGM Warrior dari Bandung juga berhasil menunjukkan performa yang mengesankan dan masuk dalam jajaran tim terbaik.

"Yang menarik sekarang ada perubahan klasemen. Juara umum pertama diraih Garut All Star, kemudian juara umum kedua oleh Grewal. Selain itu ada GGM Warrior dari Bandung yang juga mulai naik. Ini menunjukkan persaingan semakin kompetitif karena tim-tim yang biasanya mendominasi mulai mengalami pergeseran," katanya.

Menurut Dadang, pemerataan kekuatan antar daerah mulai terlihat jelas dalam kompetisi tahun ini. Munculnya sejumlah peserta baru dari berbagai wilayah menjadi indikator bahwa pembinaan karate pelajar di Jawa Barat semakin berkembang dan tidak lagi terpusat di daerah tertentu saja.

Ia mencontohkan keikutsertaan kontingen dari KAI Ciamis serta beberapa daerah lain seperti Cirebon yang mulai aktif mengikuti kompetisi. Bahkan sejumlah daerah yang sebelumnya hanya mengirim sedikit atlet kini mampu menghadirkan peserta dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Peta kekuatan sudah mulai merata. Tahun ini ada peserta baru dari Ciamis dan daerah lainnya. Kalau sebelumnya beberapa daerah hanya mengirim sedikit atlet, sekarang jumlahnya sudah mulai meningkat dan menunjukkan perkembangan yang positif," jelasnya.

Dari sisi jumlah peserta, Bandung Raya masih menjadi wilayah penyumbang atlet terbanyak. Namun demikian, peningkatan partisipasi dari daerah lain menjadi sinyal positif bahwa minat terhadap olahraga karate di kalangan pelajar terus tumbuh. Dadang menyebut jumlah kontingen yang mengikuti Liga Karate Antar Pelajar Seri 1 tahun ini mencapai sekitar 73 kontingen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 63 kontingen.

"Kalau melihat jumlah kontingen, tahun sebelumnya sekitar 63 kontingen. Tahun ini mencapai sekitar 73 kontingen. Ini menunjukkan antusiasme peserta semakin tinggi dan daerah-daerah mulai aktif mengirimkan atlet-atlet terbaiknya," ungkap Dadang.

Untuk kelanjutan kompetisi, panitia menargetkan Liga Karate Antar Pelajar Seri 2 dapat digelar pada Agustus 2026. Dadang berharap seluruh persiapan dapat berjalan lancar sehingga para atlet kembali memiliki wadah kompetisi yang berkualitas untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan di daerah masing-masing.

"Mudah-mudahan jika tidak ada kendala, Seri 2 akan dilaksanakan pada bulan Agustus. Kami berharap semua berjalan lancar dan bisa kembali bertemu dengan para atlet dalam kompetisi berikutnya," tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, Dadang berharap dukungan dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat terus berlanjut. Menurutnya, keberadaan Liga Karate Antar Pelajar tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga membuka peluang bagi para atlet untuk memperoleh manfaat dari jalur prestasi non-akademik dalam melanjutkan pendidikan.

"Kami berharap Disdik dan Dispora Jawa Barat terus memberikan dukungan karena program ini sangat membantu proses pembinaan atlet pelajar. Selain itu, kami juga berharap para orang tua terus mendukung anak-anaknya. Liga Karate Antar Pelajar diharapkan menjadi barometer kejuaraan yang mampu membantu siswa meraih peluang pendidikan melalui jalur prestasi non-akademik," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....