Disdik Jabar Apresiasi Konsistensi Liga Karate Pelajar Cetak Prestasi
- 30 Mei 2026 14:10 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Liga Karate Pelajar Seri 1 Tahun 2026 yang digelar di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung. Kegiatan yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 tersebut dinilai menjadi salah satu wadah penting dalam pembinaan atlet muda sekaligus pembentukan karakter pelajar melalui olahraga.
Pejabat Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mewakili Disdik Jawa Barat, Tini Sugiartini, menyampaikan penghargaan kepada DND yang dinilai konsisten menyelenggarakan kompetisi karate pelajar secara berkelanjutan. Menurutnya, keberlangsungan liga dari tahun ke tahun menjadi bukti komitmen dalam mendukung pengembangan atlet karate usia pelajar di Jawa Barat.
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada DND yang sudah konsisten melaksanakan kegiatan ini. Liga Karate Pelajar sudah berjalan sejak tahun sebelumnya dan kami terus mengikuti perkembangannya hingga penyelenggaraan Seri 1 Tahun 2026 ini,” ujar Tini, setelah membuka acara pada Liga Karate Pelajar Seri 1 Tahun 2026,di GOR Koni Kota Bandung,Jalan Jakarta,kota Bandung.Sabtu 30 Mei 2026.
Ia mengakui bahwa keberadaan kompetisi karate untuk pelajar masih relatif terbatas dibandingkan cabang olahraga lainnya. Kondisi tersebut membuat kesempatan bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan pengalaman bertanding menjadi tidak banyak tersedia.
“Terus terang, kegiatan lomba karate khususnya untuk pelajar masih sangat jarang dilakukan. Kalaupun ada, porsinya masih sedikit. Karena itu, kehadiran liga ini sangat membantu dalam membangun dan meningkatkan jiwa kompetisi para karateka Jawa Barat,” katanya.
Menurut Tini, kompetisi yang berlangsung secara berjenjang mampu menciptakan atmosfer persaingan yang sehat sekaligus mendorong tumbuhnya sikap sportivitas di kalangan peserta. Ia berharap para atlet tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mampu mengembangkan nilai-nilai positif yang akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan lahir jiwa kompetisi yang sehat dan sportivitas yang kuat. Anak-anak tidak hanya mengejar prestasi karate, tetapi juga membangun karakter yang baik sebagai bekal masa depan mereka,” tuturnya.
Lebih lanjut, Tini menjelaskan bahwa pendidikan di Jawa Barat saat ini menitikberatkan pada penguatan karakter Pancawaluya, yaitu cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil). Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan melalui aktivitas olahraga, termasuk karate.
“Karakter yang diharapkan oleh Pendidikan Jawa Barat adalah karakter Pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Nilai-nilai itu sangat relevan dengan pembinaan yang dilakukan melalui olahraga karate,” jelasnya.
Ia menilai semangat nasionalisme yang ditunjukkan peserta sejak awal kegiatan juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karakter. Momen menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum pertandingan, menurutnya, menjadi sarana menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda.
“Dari awal kegiatan sudah terlihat bagaimana anak-anak diajak meningkatkan rasa kebanggaan dan nasionalismenya melalui lagu Indonesia Raya. Ini merupakan pembelajaran yang sangat baik untuk membangun kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara,” ungkap Tini.
Tini menambahkan bahwa pengalaman atlet senior yang berhasil membawa nama Indonesia di tingkat internasional dapat menjadi inspirasi bagi para peserta yang saat ini masih berada di jenjang pelajar. Kisah perjuangan para atlet tersebut diyakini mampu memotivasi generasi muda untuk terus berlatih dan berprestasi.
“Para pelatih dan atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia tentu memahami bagaimana rasa bangga ketika berdiri sebagai juara dengan membawa Merah Putih. Pengalaman seperti ini menjadi teladan yang sangat berharga bagi anak-anak kita,” katanya.
Selain mengapresiasi penyelenggara, Tini juga menilai dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat serta organisasi karate seperti Inkanas, telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan olahraga karate di kalangan pelajar. Sinergi tersebut dianggap penting karena keterbatasan jam pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler karate di sekolah.
“Selama ini dukungan dari Dispora dan Inkanas sudah sangat baik. Sementara di sekolah, porsi pembelajaran maupun ekstrakurikuler karate masih terbatas. Karena itu, kehadiran kompetisi seperti ini menjadi pelengkap yang sangat dibutuhkan dalam pembinaan atlet muda,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Tini berharap Liga Karate Pelajar Jawa Barat dapat terus berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun mendatang. Ia juga mengapresiasi langkah penyelenggara yang memberikan kesempatan kepada atlet-atlet terbaik untuk tampil pada kejuaraan internasional Thailand Open sebagai bentuk penghargaan atas prestasi mereka.
“Kami berharap kegiatan ini terus ditingkatkan dari Seri 1, Seri 2, hingga seri-seri berikutnya, dan tidak berhenti hanya di tahun 2026. Terima kasih juga karena telah memberikan kesempatan kepada atlet-atlet terbaik untuk berangkat ke Thailand Open. Itu bukan hal yang mudah di tengah berbagai keterbatasan, tetapi menjadi bukti nyata komitmen dalam membina prestasi karate pelajar Jawa Barat hingga tingkat internasional,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....