Dina Lorenza Dorong Peningkatan SDM guna Mengoptimalkan Penyerapan Tenaga Kerja

  • 02 Okt 2026 12:56 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Komisi VII DPR RI mendorong penguatan keterkaitan antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri. Anggota Komisi VII DPR RI, Dina Lorenza, menekankan pentingnya kewajiban bagi industri skala besar untuk memfasilitasi sekolah kejuruan demi mencetak SDM unggul dan siap kerja.

Dina mengungkapkan, perusahaan dan pabrik di kawasan industri memerlukan standar kualitas pekerja yang spesifik. Oleh karena itu, keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau lembaga pendidikan vokasi dinilai menjadi kunci utama penyedia tenaga kerja siap pakai.

"Setiap perusahaan atau pabrik itu kan membutuhkan kualitas untuk pekerjanya. Nah, agar mereka punya skill, harus disiapkan dari sekolah seperti SMK yang memang khusus untuk mereka langsung kerja," ujar Dina Lorenza seusai melakukan Kunjungan Kerja dalam membahas RUU Kawasan Industri di GIIC, Kabupaten Bekasi, Jumat 2 Oktober 2026.

Legislator dari Fraksi Demokrat ini juga menyoroti pentingnya regulasi yang mewajibkan kawasan dan industri besar untuk memfasilitasi serta membina sekolah-sekolah kejuruan di wilayah operasional mereka. Langkah ini dinilai strategis untuk menyiapkan bibit unggul secara berkelanjutan.

"Saya sangat mendukung kalau industri-industri besar diwajibkan mempunyai sekolah-sekolah khusus seperti ini, jadi bisa mempersiapkan bibit-bibit yang bagus," tegasnya.

Ketika disinggung menyoal pentingnya pembaharuan kurikulim pembelajaran siswa, Dina menilai perlu adanya sinkronisasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kerja sama antara kementerian terkait, komisi DPR, dan pelaku industri dibutuhkan untuk menentukan batas standar minimum (bottom line) kemampuan lulusan vokasi.

"Setiap industri memang beda-beda, tapi setidaknya ada bottom line-nya. Makanya saya mendukung sekali adanya sekolah seperti ini," tutur Dina.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat meninjau salah satu kawasan industri yang memiliki fasilitas sekolah namun minim peserta didik. Menurutnya, permasalahan ketidaksesuaian (mismatch) antara fasilitas industri dan jumlah siswa perlu diselesaikan lewat promosi dan peningkatkan sosialisasi.

"Kemarin kita datang ke kawasan industri lain malah enggak ada muridnya. Jadi sebenarnya itu antara ekosistem masyarakat SDM-nya dengan bagaimana cara promosinya. Pabriknya sudah ada, tapi orangnya tidak ada," jelasnya.

Selain peningkatan mutu lulusan tingkat menengah, Dina juga menekankan perlunya keberlanjutan pendidikan hingga tingkat sarjana teknis atau ahli untuk mengisi posisi strategis di kawasan industri.

"Di kawasan industri ini kan bukan hanya pekerja di bawah saja, tapi membutuhkan skill yang lebih tinggi. Kebutuhan tingkat sarjana ini penting agar ilmunya lebih tinggi untuk menopang posisi tingkat atas," pungkas Dina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....