SMK Go Global Diluncurkan, Cetak PMI Terlatih, Bersertifikasi dan Profesional

  • 26 Agt 2026 17:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat Kombes Pol. Singgih Hermawan mengungkapkan, sebanyak 1.280 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) bakal diberi pelatihan dalam program SMK Go Global selama 1 hingga 3 bulan sebelum ditempat di luar negeri.Hal itu dikatakan Kepala BP3MI Jawa Barat Kombes Pol. Singgih Hermawan, disela kick of program SMK Go Global di Migran Center Kampus Universitas Teknologi Bandung (UTB), Rabu 26 Agustus 2026.

Program SMK Go Global yang dicanangkan Presiden Prabowo ini, menyasar pelatihan dan sertifikasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), sebelum bekerja di luar negeri. Program secara resmi di luncurkan secara serentak di 23 BP3MI Indonesia, oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin pada Rabu 26 Agustus 2026.

Dikatakan Singgih, 1.280 calon PMI asal Jabar, merupakan lulusan dari berbagai sekolah kejuruan dan lolos seleksi program SMK Go Global. Mereka akan mengikuti pelatihan di beberapa lembaga vokasi di Jawa Barat, yakni Balai Latihan Kerja Kabupaten Garut, Universitas Indonesia (UI), Migran Center Universitas Teknik Bandung (UTB), Migran Center Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, STIKES Budi Luhur, serta Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung.

"Dari seluruh total ada 1.280 peserta di Jawa Barat yang ikut, semoga dari 1.280 peserta ini nantinya bisa kita tempatkan setelah selesai pelatihan. Mereka punya bekal pelatihan yang lengkap, punya skill yang bagus, sehingga penempatannya bagus di luar negeri,",ucap Singgih

Ia juga menjelaskan, berbagai pelatihan akan diberikan, seperti diantaranya bahasa Inggris, Korea, Jepang. Kemudian operasional produksi, manufaktur, dan keperawatan.

"Jadi pelatihan ada berapa sektor pelatihan, Pak. Khususnya kalau yang di UTB ini pelatihannya adalah operasional produksi, manufaktur, dan bahasa Inggris. Tapi di tempat-tempat lain banyak juga, ada bahasa Jepang, bahasa Korea, termasuk ada dari nursery seperti di Stikes Budi Luhur itu ada yang ke Jepang maupun Korea nursery,"jelas Kepala Balai.

Singgih pun berharap para peserta pelatihan, terutama di UTB dapat melaksanakan pelatihan dengan baik, bisa semangat, dan tidak kalah mental. "Ini penting karena kita akan ke luar negeri jauh dari keluarga, sehingga memang harus disiapkan mentalnya agar pada saat nanti bekerja di luar negeri itu membawa nama baik, nama harum bangsa Indonesia,"tegasnya.

Selama pelatihan, peserta tidak dipungut biaya, pembiayaan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Pemerintah pun sudah menyiapkan negara tujuan para PMI.

"Khusus untuk UTB ini lebih ke Eropa Timur, ya, ada Bulgaria, Polandia, berapa Eropa Timur yang lain. Itu sudah ada juga job order-nya dari teman-teman kita P3MI atau perusahaan yang ada di wilayah Jawa Barat itu sudah ada, dan udah ada MoU antara badan-badan ataupun pelatihan migrant center ini dengan beberapa P3MI,"ucapnya.

Sementara itu Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dalam sambutannya pada kick of SMK Go Global di Jakarta mengatakan, program tersebut merupakan langkah nyata dari pemerintah dalam rangka menyiapkan talenta Indonesia yang kompeten, profesional, dan berdaya saing internasional. "Dan program ini merupakan program direktif Bapak Presiden, program prioritas nasional,"jelas Menteri P2MI.

Ia juga mengungkapkan, pemerintah menargetkan 500 ribu PMI yang siap ditempatkan hingga tahun 2029. Dari jumlah tersebut, 300 ribu direkrut dari lulusan SMK dan 200 ribu sisanya dari jenjang pendidikan umum, termasuk diploma, sarjana, serta SMA sederajat.

"Dan ini kita sudah bagi, sudah kita breakdown per tahun, mulai 2026 sampai dengan 2029, tahun ini target kita adalah 40.000 yang harus kita persiapkan yang nanti akan siap ditempatkan bekerja di di luar negeri, tahun 2027 sebanyak 140.000, tahun 2028 180.000, dan tahun 2029 140.000. Sehingga diharapkan nanti total 500.000 pada tahun 2029 yang sudah memiliki kompetensi, memiliki sertifikasi, ya, skill teknis, bahasa, dan sertifikasi, dan siap untuk ditempatkan bekerja di di luar negeri, itulah target yang ingin dicapai dari program SMK Go Global ini,"jelas Menteri P2MI.

Dikatakannya juga, para PMI tersebut

akan disiapkan untuk mengisi peluang-peluang kerja di negara tujuan antara lain, Jepang, Jerman, Malaysia, Korea Selatan, Turki, Singapura, hingga kawasan Eropa. "Eropa ini cukup besar, kemarin sudah kita ada pembicaraan dengan Portugal. Kemudian di Slovakia, pak Wamen malah sudah ke Bratislava, Slovakia,"kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....